Gianyar OKEBALI.COM
YPK Bali dan diinisiasi oleh Komunitas para orang tua anak mereka pagi tadi (15/4) mengadakan Metatah masal anak anak penyandang Disabilitas di Kelurahan Beng, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, Bali tepatnya di GEDUNG Taman Prakerti Bhuana. Anak-anak yang sudah beranjak dewasa penyandang Disabilitas diantar oleh keluarganya yang penuh cinta kasih dan kesabaran mendampingi anak2 mereka menjalani prosesi upacara Metatah/Potong Gigi. Upacara berjalan lancar dan sukses. Tampak hadir dalam acara tersebut Komunitas Sosial DAG (Demi Anak Generasi) yang diwakili 4 orang utusannya yi Theo Febrico, Ibu Adi Indiani dan 2 rekannya yang hadir sebagai bentuk respek dan Empati dengan menyumbangkan 60 dus Snack.

Dan kami sempat berbincang singkat dengan Owner Taman Prakerti Bhuana yaitu Bapak Ida Bagus Mangku Adi Suparta dan Pimpinan YPK Ibu Elsye sebagai berikut :
Metatah diadakan saat anak menginjak usia akil balik misalnya untuk wanita telah mengalami menstruasi dan untuk pria bila pita suaranya mulai berat/suaranya membesar.
Makna dari Metatah adalah untuk mengendalikan 6 sifat buruk yang ada dalam manusia yang dikenal dengan Sad Ripu, antara lain hawa nafsu, rakus atau tamak atau keserakahan, angkara murka/ kemarahan, mabuk membutakan pikiran, perasaan bingung, dan iri hati/ dengki.
Selain itu, Upacara Potong Gigi juga mengandung makna yang dalam bagi kehidupan, yaitu: (1) pergantian perilaku untuk menjadi manusia sejati yang dapat mengendalikan diri dari godaan nafsu, (2) memenuhi kewajiban orang tuanya terhadap anaknya untuk menemukan hakekat manusia yang sejati dan (3) untuk dapat bertemu kembali kelak di surga antara anak dengan orang tuanya atau leluhurnya setelah sama-sama meninggal. demikian tutur Bpk Ida Bagus Mangku Adi Suparta owner dari Gedung Taman Prakerti Bhuana yang saat ini digunakan untuk acara Metatah untuk Penyandang Disabilitas.

IB Mangku Adi Suparta owner Taman Prakerti Bhuana dan Ibu Elsye Pimpinan YPK BALI
Harapan Ibu Elsye sebagai Pimpinan Yayasan Peduli Kemanusiaan mengatakan Para Orang tua selain memikirkan masalah pendidikan,kesehatan anak2nya dll tetapi juga memikirkan Upacara adat untuk anak2nya yang beranjak dewasa,jadi upacara2 ini juga berhak mereka dapatkan. Dan ini adalah yang pertama kali kita lakukan dan itu juga atas inisiasi dari komunitas orang tua dari anak anak mereka yang selama ini mendapatkan perawatan intensif di YPK. Jadi acara Metatah bersama para penyandang disabilitas juga sangat membantu keluarga mereka bukan hanya dari segi Ekonomi saja tetapi ada beberapa orang tua yang mengatakan ada beberapa keluarga yang tidak ingin upacara dilakukan bersama anggota keluarga yang mengalami kekurangan secara fisik/mental . Nah ini yang sangat miris. Akhirnya kami bersepakat bersama dengan semua staf dan komunitas orang tua Klien dan akhirnya acara Metatah bersama para penyandang disabilitas bisa terselenggara dengan baik ,sukses tanpa rintangan. Ini semua karena kebaikan SANG HYANG WIDHI karena saya yakin apa yang kita kerjakan dengan tulus pasti diberkati SANG HYANG WIDHI. Dan juga untuk semua orang yang terlibat mensupport acara ini baik materi maupun konsumsi terutamanya Bpk Ida Bagus Mangku Suparta yang memfasilitasi mulai dari Banten,tempat upacara yang luar biasa luas dan indah ini. Sehingga semua berjalan lancar. Saya mengucapkan banyak terimakasih tak terhingga. Demikian tutup Ibu Elsye pimpinan YPK BALI.

Sampai acara usai ke 30 peserta Metatah penyandang Disabilitas pulang dengan wajah berseri seri dan Orang tua mereka juga merasa puas tugas dan kewajiban mereka melaksanakan upacara berjalan dengan lancar













