Breaking News

POLDA JABAR proses etik 3 Anggotanya dan Minta maaf ke Security Bundaran HI

Caps : Tangkapan layar mobil Alphard hitam menerobos lampu merah di kawasan Bundaran HI, Jakpus

Jakarta OKEBALI.COM
Polda Jawa Barat secara resmi memproses sidang kode etik terhadap tiga anggotanya dan menyampaikan permohonan maaf kepada Fiktor Harefa, petugas sekuriti kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.

Poin Utama Kasus Pernyataan Maaf Resmi: Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, meminta maaf atas tindakan arogan dan tidak pantas anggotanya terhadap korban.

Identitas Anggota: Tiga polisi yang terlibat berinisial Ipda DG, Bripka BS, dan Briptu RPW.

Status Hukum Internal: Walaupun kedua belah pihak sudah sepakat berdamai di Polsek Metro Menteng pada Jumat (24/7/2026), proses penegakan disiplin dan kode etik profesi Polri oleh Bidpropam tetap berjalan.

Caps : 3 oknum Polda Jabar akan disidang kode etik usai terlibat keributan dan pelanggaran dibundaran HI

Sanksi Sementara: Ketiga oknum tersebut kini langsung diamankan oleh tim Paminal dan ditempatkan di tempat khusus (patsus) selama pemeriksaan intensif.

Dugaan Pelanggaran: Berdasarkan bukti awal, tindakan mereka melanggar Peraturan Kepolisian Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi Polri.

Kronologi Singkat InsidenPeristiwa bermula saat mobil Toyota Alphard yang ditumpangi para pelaku menerobos lampu merah penyeberangan jalan di Bundaran HI. Saat Fiktor menegur demi keselamatan pejalan kaki, para oknum tidak terima, melakukan intimidasi, hingga mengancam akan membuat korban dipecat oleh vendornya. Kasus ini memicu kemarahan publik setelah rekaman kejadiannya viral di media sosial. Informasi terkini juga menyebutkan bahwa mantan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, telah menemui Fiktor dan menawarkan pekerjaan baru sebagai sekuriti di kawasan Gedung Sate, Bandung.


Caps : Security Bundaran HI Fiktor Harefa Korban intimidasi 3 oknum Anggota Polda Jabar


Masalah ini cukup viral dan mendapat Atensi dari Gubernur DKI JAKARTA Pramono Anung yang menyerukan agar Security Bundaran HI tidak dipecat “Siapapun yang melanggar dan mengganggu keselamatan masyarakat termasuk pelanggaran dari Aparat sekalipun harus dilakukan sangsi ,karena Aparat keamanan justru harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat” tegas Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. ” Saya tidak membela Fiktor ,tapi apa yang dilakukan sudah benar Demi keselamatan pejalan kaki” tambah Pramono Anung.

Bagikan Artikel
';document.write(commandModuleStr);