Foto: Petugas Kepolisian POLRES BANDARA INTERNASIONAL Ngurah Rai tetap menjaga dan menenangkan penumpang yang panik terutama yang membawa bayi
Denpasar OKEBALI.COM
Eskalasi konflik di Timur Tengah (melibatkan serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran) telah menyebabkan gangguan signifikan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali sejak awal Maret 2026.
Poin-poin penting terkait situasi tersebut:
Jumlah Penumpang Terdampak: Tercatat sebanyak 3.197 penumpang mengalami pembatalan atau penundaan penerbangan hingga 3 Maret 2026. Sebelumnya, pada 1 Maret, angka ini berada di kisaran 1.600 orang.
Penerbangan yang Dibatalkan: Sebanyak 15 penerbangan internasional telah dibatalkan akibat penutupan wilayah udara di sejumlah negara di Timur Tengah.
Maskapai & Rute Utama: Maskapai yang paling terdampak meliputi Emirates, Qatar Airways, dan Etihad Airways dengan rute tujuan Dubai, Doha, dan Abu Dhabi.
Penanganan Penumpang: Pihak maskapai telah mengarahkan penumpang ke beberapa hotel di Bali (seperti Pullman, Ibis, dan Harris) sambil menunggu kepastian jadwal atau memproses opsi refund dan reschedule.

Foto : Petugas Bandara memberikan penjelasan kepada beberapa penumpang yang panik karena gagal terbang
Posko Informasi: Otoritas bandara bersama pihak kepolisian telah menyiapkan help desk di terminal internasional untuk membantu koordinasi dan keamanan calon penumpang yang tertahan.

Foto: Aparat POLRES BANDARA INTERNASIONAL berjaga agar situasi tetap kondusif
Kasi Humas Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ipda I Gede Suka Artana, S.H., menjelaskan bahwa personel kepolisian melaksanakan pengamanan, patroli, serta memberikan imbauan kamtibmas kepada para penumpang yang didominasi para WNA di area bandara.
“Personel Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai bersinergi dengan stakeholder terkait untuk melakukan pengamanan dan monitoring di Terminal Internasional serta memberikan imbauan kamtibmas kepada penumpang. Hingga saat ini situasi tetap aman dan kondusif,” ujarnya
Pembatalan Penerbangan Internasional
Berdasarkan hasil monitoring, sejumlah penerbangan internasional yang berstatus cancel meliputi:
Etihad Airways EY-477 rute Bali–Abu Dhabi (jadwal 18.45 Wita) dengan total 291 penumpang (287 penumpang dan 4 bayi).
Qatar Airways QR-963 rute Bali–Doha (jadwal 18.50 Wita) dengan total 240 penumpang.
Emirates EK369 rute Denpasar–Dubai (jadwal 19.50 Wita) dengan total 509 penumpang (504 penumpang dan 5 bayi).
Emirates EK399 rute Denpasar–Dubai (jadwal 00.25 Wita) dengan total 349 penumpang (346 penumpang dan 3 bayi).
Qatar QR961 rute Denpasar–Doha (jadwal 00.30 Wita) dengan total 229 penumpang.
Untuk penerbangan Emirates EK399 dan Qatar QR961, pembatalan telah disampaikan lebih awal kepada penumpang melalui pemberitahuan email dari maskapai.
*Penanganan Penumpang Terdampak*
Penumpang terdampak pembatalan penerbangan Etihad EY-477, Qatar QR-963, dan Emirates EK369 telah diarahkan sesuai kebijakan masing-masing maskapai.
Penumpang Emirates diarahkan ke Hotel Golden Tulip, Hotel Pullman, Hotel Ibis Kuta, dan Hotel Ibis Denpasar.
Penumpang Etihad diarahkan ke Hotel Harris Sunset Road dan Platinum Hotel.
Penumpang Qatar Airways sebagian menunggu di bandara dan sebagian mencari akomodasi secara mandiri, dan pihak maskapai telah memberikan kompensasi berupa penggantian tiket.
Seluruh penumpang yang mengalami pembatalan penerbangan diberikan opsi pengembalian dana (refund) atau penjadwalan ulang penerbangan berikutnya.
Situasi Tetap Kondusif*
Hingga saat ini situasi keamanan dan ketertiban di kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dilaporkan aman dan kondusif. Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai menegaskan akan terus melaksanakan pengamanan dan monitoring guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas serta memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal













