Breaking News

Panitia IWFP/Indonesia Walk For Peace Perjalanan Para Bhikkhu Tudong Napak Tilas Dari Bali Sampai Borobudur 

Dalam Rangkaian Hari Raya Bu Waisak 31 Mei 2026. sebanyak 55 Orang Bhikkhu Dari Thailand, Srilanka, Malaysia, Vietnam, Indonesia.. Menghadap Bpk Kaban Kepala Kesbangpol Bali ..

Caps :Perayaan Waisak 2026 di Candi Borobudur, Ritual Thudong Dimulai di Bali

Denpasar OKEBALI.COM

Kegiatan Indonesia Walk For Peace (IWFP) 2026 merupakan perjalanan spiritual (Thudong) para Bhikkhu yang kali ini dimulai dari Bali menuju Candi Borobudur dalam rangka memperingati Hari Raya Waisak 2570 BE pada 31 Mei 2026.

Berikut adalah detail poin utama terkait rencana perjalanan tersebut:

Peserta: Sekitar 50 hingga 55 orang Bhikkhu yang berasal dari berbagai negara, termasuk Thailand, Sri Lanka, Malaysia, Vietnam, dan Indonesia.

Titik Start: Perjalanan akan resmi dilepaskan dari Brahmavihara Arama, Banjar, Buleleng, Bali pada 9 Mei 2026.

Rute Perjalanan:

Bali: Dari Buleleng menuju Jembrana (Vihara Empu Astapaka), lalu menyeberang melalui Pelabuhan Gilimanuk.

Jawa: Melintasi Banyuwangi, Sidoarjo, Surabaya, Madiun, hingga Yogyakarta.

Target Kedatangan: Rombongan dijadwalkan tiba di Candi Borobudur pada 28 Mei 2026, tiga hari sebelum puncak perayaan Waisak.

Misi: Mengusung pesan perdamaian dunia, pengembangan batin, serta diplomasi persahabatan lintas negara.

Caps: Langkah Damai Napak Tilas dari Bali ke Borobudur

Audiensi dengan Bapak Kepala Badan (Kaban) Kesbangpol Bali merupakan bagian dari koordinasi panitia untuk memastikan kelancaran administrasi, keamanan, dan dukungan pemerintah daerah selama para Bhikkhu berada di wilayah Bali sebelum memulai langkah kaki menuju Jawa.

Tapak tilas atau dhutangga menuntut para biarawan menaklukkan ego pribadi. Mereka melatih ketahanan fisik sekaligus menjaga kesadaran penuh di tengah kepungan debu dan bisingnya kendaraan yang berlalu-lalang.

“Setiap langkah dalam perjalanan adalah kesempatan untuk merenung dan membersihkan batin dari keserakahan, kebencian, dan kebodohan,” tulis keterangan resmi di laman Indonesian Walk for Peace.

Ujian di Perjalanan

Ujian terberat justru tidak berasal dari cuaca terik, melainkan potensi histeria massa di sepanjang rute. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan kerumunan warga yang menyambut antusias rombongan bhikkhu rawan membuyarkan konsentrasi barisan.

Caps: Sebanyak 50 bhikkhu asal Thailand, Laos, dan Indonesia melakoni tradisi thudong dengan berjalan kaki dari Bali menuju Candi Borobudur dalam rangkaian Indonesia Walk for Peace 2026 memperingati Waisak 2570BE

Publik dunia maya memukul lonceng peringatan agar masyarakat awam mengendalikan diri saat merekam momen atau menyapa. Mereka mendesak publik membiarkan para petapa fokus merampungkan ritual meditasi berjalannya tanpa distraksi fisik.

“Ayo jaga toleransi, jaga para bhikkhu, biarkan mereka beribadah dengan baik. Jagalah mereka, jangan diganggu, jangan digoda. Kita tunjukkan Bhinneka Tunggal Ika, toleransi, dan sikap sopan kepada para bhikkhu karena kita bangsa yang beradab,” tulis Agus Setiawan saat merespons agenda ini, Selasa (17/3/2026).

Agus menyarankan agar panitia lokal menyisir rute pengamanan secara berlapis. Petugas keamanan wajib membentengi para bhikkhu dari serbuan masyarakat yang mendadak histeris saat rombongan melintas di daerah mereka.

“Semoga panitia acara bisa mengkover para fans club yang sering histeris tidak tahu aturan. Saya berdoa semoga acara sukses, dan nama Indonesia baik di mata dunia,” pungkas Agus mengingatkan

Bagikan Artikel
';document.write(commandModuleStr);