Jakarta OKEBALI.COM
Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan anggaran sebesar Rp4 triliun untuk membenahi sekitar 1.800 titik perlintasan kereta api di seluruh Pulau Jawa. Langkah strategis ini diambil sebagai respons cepat pemerintah menyusul insiden kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di perlintasan sebidang dekat Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026.
Berikut adalah poin-poin utama terkait rencana pembangunan tersebut:
Tujuan Proyek: Meningkatkan keselamatan transportasi publik dengan menata ribuan perlintasan sebidang yang selama ini tidak terjaga dan berisiko tinggi memicu kecelakaan.
Ruang Lingkup Pekerjaan:
Pembangunan flyover (jalan layang) di titik-titik krusial.
Pembuatan dan perbaikan pos jaga perlintasan di lokasi-lokasi yang belum memiliki sistem pengamanan memadai.
Wilayah Prioritas: Prioritas utama saat ini adalah. perlintasan seputar Pulau Jawa
Sumber Dana: Anggaran sebesar Rp4 triliun ini akan dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Presiden menekankan bahwa banyak dari titik perlintasan tersebut merupakan peninggalan era kolonial Belanda yang belum pernah mendapatkan penanganan serius hingga saat ini. Dan tentunya sudah sangat tidak layak untuk keselamatan kendaraan yang akan melintas diperlintasan Kereta Api. Maupun bagi Kereta Api dan para penumpangnya.













