Breaking News

Pohon GAHARU yang fantastis dan termahal didunia serta manfaatnya bagi kita.

OKEBALI.COM Denpasar 7 Februari 2023

Pohon Gaharu Bermanfaat Sebagai Obat-obatan

banner 325x300

Gaharu memiliki banyak manfaat dalam dunia perobatan. Di Asia Timur, gaharu berfungsi sebagai pereda nyeri dan meredakan asma. Di Malaysia, orang-orang mencampurkan gaharu dengan minyak kelapa sebagai obat gosok. Lalu gaharu juga berfungsi menyembuhkan penyakit kuning.

Selama ribuan tahun, pohon gaharu dikenal sebagai kayu para dewa. Gaharu kelas satu harganya bisa mencapai Rp1,56 miliar per kilogram, menjadikannya salah satu bahan baku paling mahal di dunia.

Gaharu secara ilmiah dikenal sebagai Agallochum malaccense disebut sebagai kayu pewangi yang digunakan untuk pembuatan parfum, minyak, dupa, atau jamu mahal. Pohon ini juga dikenal sebagai Kayu Gaharu, Kayu Ales, Oodh atau Agar, Oud, Chen Xiang, Kalamabak, dan Jinkoh.
Gaharu adalah kayu paling mahal dan bisa gunakan untuk beberapa hal. Mulai dari resin dan minyak oudnya digunakan dalam pengobatan Ayurveda dan produk

8 Manfaat pohon GAHARU

  1. Bekerja sebagai antidepresan

Melansir dari laman Health Benefits Times, daun gaharu dapat bekerja sebagai antidepresan. Daunnya terdiri dari agarospirol yang berfungsi sebagai antidepresan. Ini dapat membantu untuk menekan sistem saraf pusat yang dapat menyebabkan ketegangan dan memulihkan kebugaran fisik.

  1. Bisa sebagai anti aging kulit

Daun gaharu juga bisa sebagai anti penuaan kulit. Teh daun kayu gaharu dapat digunakan untuk menghilangkan merkuri dalam tubuh, sehingga dapat mengurangi risiko gangguan saraf merkuri dan dapat mencegah penuaan kulit.
Ketika merkuri beracun dalam tubuh dapat dihilangkan dengan teh daun kayu gaharu, itu bisa membuat kulit Bunda terlihat lebih sehat dan bebas dari noda atau penuaan kulit.

  1. Membantu menurunkan berat badan

Daun gaharu dapat membantu menurunkan berat badan yang tidak diinginkan. Jika kelebihan berat badan, Bunda bisa mengonsumsi teh daun gaharu. Ini telah terbukti dapat membantu menurunkan berat badan.
Bunda bisa mengonsumsi enam cangkir teh daun gaharu setiap hari untuk mendapatkan hasil yang bermanfaat.

  1. Menenangkan gangguan tidur

Daun gaharu juga dapat meredakan gangguan tidur. The daun gaharu, memiliki efek yang dapat membantu Bunda merasa tenang dan mengurangi gejala stres, sehingga Bunda dapat tidur dengan tenang dan lebih lama.

  1. Menambah energi

Daun gaharu juga bisa menambah energi. Dalam hal ini, Bunda bisa mengonsumsi teh daun gaharu secara rutin. Ketika Bunda mengonsumsi teh daun gaharu secara teratur, itu dapat membantu meningkatkan jumlah buang air kecil yang menunjukkan bahwa teh daun gaharu bekerja di dalam tubuh. Pembilasan saat detoksifikasi terjadi akibat teh daun gaharu yang juga melumasi perut.

  1. Menghilangkan bau mulut

Umumnya, gaharu digunakan untuk mengurangi bau mulut. Dari 80 persen kasus yang ada, bau mulut disebabkan oleh penyakit mulut dan gusi. Dalam semua kasus ini, resin agar bekerja dengan luar biasa.
Ini mungkin tidak bekerja jika masalahnya berkaitan dengan lambung seperti gastritis kronis, keasaman, hingga mulas. Jadi, dalam banyak kasus penyakit mulut, Bunda bisa mengonsumsi gaharu secara teratur untuk hasil yang lebih baik.

  1. Mengobati rematik

Minyak gaharu juga sering digunakan dalam ramuan yang direbus, lho, Bunda. Biasanya ini digunakan untuk mengobati rematik dan nyeri tubuh lainnya. Kayu yang sering dibuang dan tidak terinfeksi digunakan sebagai kayu gaharu lemppong oleh orang Malaysia untuk mengobati penyakit kuning dan nyeri tubuh.

  1. Mendukung fungsi pencernaan

Sifat pencernaan, karminatif, dan anti perut kembung dari minyak gaharu mendukung pengeluaran gas di usus dan perut dan juga bisa mencegah sistem pencernaan dari penumpukan gas.
Tak heran jika pohon gaharu dijual dengan harga yang sangat mahal. Hal ini karena pohon gaharu memiliki sederetan manfaat yang baik untuk kesehatan.

OGB/UN

Ref :Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Buku Seri Iptek V Kehutanan. Topik 3 Gaharu. Dipetik dari http://www.forda-mof.org/files/seri_iptek_5-topik_3-revisi.pdf

Bagikan Artikel