OKEBALI.COM
DENPASAR,26 Agustus 2023 mulai jam 7.00 sampai selesai bertempat di Parkir Timur Renon Denpasar. Telah berlangsung Fun Walk yang diselenggarakan oleh Organisasi Alat Bantu se Bali . Salah satu tujuan utamanya adalah memberikan akses Kemerdekaan bagi para penyandang disabilitas/pengguna alat bantu tersebut. Dan semua berkumpul, bersukacita, berbahagia serta saling mengenal satu sama lain sesama pengguna alat bantu/penyandang Disabilitas. Sehingga mereka semakin bersemangat mengisi Kemerdekaan NKRI dan juga mereka yang mengikuti acara tersebut tetap merasa menjadi orang2 yang berarti bagi Nusa Bangsa walaupun dengan kekurangan yang ada pada diri mereka.
Semua peserta acara mengikuti acara tersebut dengan penuh sukacita mulai jalan santai, masing/grup menyumbangkan bakatnya baik menyanyi, bermain musik gitar akustik, berjoged, becanda, makan bersama, berfoto ria mulai dari penyandang tun rungu, tuna wicara, tuna netra, pengguna kursi roda karena kehilangan kaki tangan dan lain sebagainya. Dan pewarta benar2 merasakan haru dan bahagia karena berada ditengah tengah para penyandang Disabilitas yang penuh semangat dan Optimisme dalam kekurangan mereka.

Caption: Mark Weingard (tengah) Founder Inspiasia Foundation&Annika Linden Center
Kami juga sempat berbincang dengan MARK WEINGARD Founder Inspirasia Foundation dan Annika Linden Center sbb :
Yang menyebabkan saya tersentuh membantu para nikpenyandang Disabilitas , karena 20 tahun lalu tunangannya Annika Linden menjadi korban meninggal dalam Teror Bom Bali satu di Legian. Saya sangat sedih dengan kematian tunangan saya tapi juga sedih melihat para korban masyarakat lokal Bali yang masih hudup tapi harus kehilangan anggota tubuh, gangguan pendengaran dll oleh sebab itu saya mendirikan Foundation dengan nama tunangan saya “ANNIKA LINDEN” untuk mengenangnya.Sudah banyak yang dibuat untuk membantu masyarakat Bali yaitu 8000 kaki tangan palsu dan seharusnya ini sudah harus berdasarkan hak dan bukan charity lagi dan Mark bangga dan bahagia bisa membantu 8000 orang ini dan Mark Weingard sangat berharap kedepannya ini bisa jadi project dari Pemerintah Bali dan Indonesia karena sudah harus mampu menyediakan semua kebutuhàn buat rakyatnya untuk menyediakan alat bantu. Karena itu jalan santai ini diadakan di depan Kantor Gubernur untuk menyuarakan hal ini di Bali karena 10% dari Rakyat Bali adalah penyandang Disabilitas. Dan itu angka yang sangat besar. Harapan kami hal ini harus didengar oleh Para Pejabat Daerah dan wakil rakyat yang sudah kita pilih. Harapan Mark adalah Indonesia dan Bali lebih inklusi dengan menyediakan alat bantu yang baik agar mereka bisa bekerja dan mandiri.

Pewarta juga sempat berbincang dengan Ibu ELSYE dari YPK BALI dan Ibu YULI dari PUSPADI BALI yang mewakili Organisasi Alat Bantu se Bali sbb:
YPK BALI maupun PUSPADI BALI juga menjangkau semua Kabupaten Bali selain Denpasar. Senin s/d Sabtu kita ada team yang ke daerah/ kabupaten mis Senin ke daerah Singaraja, Selasa ke Daerah Bangli, Rabu ke Tabanan, Kamis ke Daerah Gianyar, Jumat ke Klungkung dlsb. Misalnya yang butuh bantuan dan butuh penjelasan lebih lanjut bisa hubungi
YPK Bali 0361 462 431/WA 0877 6154 5156
PUSPADI BALI 0812-3990-701 / 0811-3820-7621.
Ibu Yuli maupun Ibu Elsye sangat mengharapkan perhatian penuh dari Pemerintah Bali khususnya penyediaan alat bantu bagi penyandang Disabilitas di Bali. Juga masyarakat Bali yang berkelebihan bisa menyalurkan bantuannya untuk kebutuhan penyandang Disabilitas juga agar Organisasi penyedia kebutuhan alat bantu yang ada di Bali bisa mengcover mereka yang butuh bantuan sampai ke daerah Kabupaten di Bali. Sehingga penyandang Disabilitas bisa beraktifitas, berkarya, bekerja dan hidupnya bermanfaat bagi Negara didalam kekurangan dalam fisiknya.













