Breaking News

Negara yang relatif aman jika Perang Dunia ke 3 pecah

Denpasar OKEBALI.COM
Beberapa negara dianggap relatif aman jika Perang Dunia ke-3 pecah berdasarkan faktor isolasi geografis, netralitas politik, dan kemampuan swasembada sumber daya

Berikut adalah daftar negara yang sering disebut sebagai lokasi teraman berdasarkan data terbaru tahun 2025-2026:
Islandia: Konsisten menempati peringkat pertama dalam Global Peace Index 2025. Lokasinya yang terpencil di Atlantik Utara dan ketergantungan rendah pada kepentingan geopolitik global membuatnya sulit menjadi target serangan.

Selandia Baru: Terletak jauh dari pusat konflik di belahan bumi utara. Negara ini memiliki ketahanan pangan yang kuat karena sektor pertaniannya yang mandiri, serta medan pegunungan yang memberikan perlindungan alami.

Swiss: Dikenal karena kebijakan netralitasnya yang bersejarah. Swiss memiliki infrastruktur pertahanan sipil yang sangat siap, termasuk ribuan bunker nuklir yang dapat menampung seluruh populasinya.

Indonesia: Sering masuk dalam daftar karena politik luar negeri yang “bebas aktif” dan tidak memihak blok manapun. Sebagai negara kepulauan, Indonesia dinilai sulit untuk diinvasi secara total dan memiliki sumber daya alam yang melimpah.

Chile: Dilindungi oleh Pegunungan Andes dan Samudra Pasifik. Chile memiliki stabilitas infrastruktur dan swasembada pangan yang baik untuk menghadapi gangguan perdagangan global.

Bhutan: Terletak di pegunungan Himalaya, Bhutan memiliki isolasi darat yang kuat dan sejarah politik yang sangat minim konflik internasional.
Negara Kepulauan Pasifik (Fiji & Tuvalu): Sangat terpencil dan tidak memiliki nilai strategis militer bagi kekuatan besar, menjadikannya relatif aman dari target serangan langsung.

Antarktika: Secara teknis adalah tempat paling jauh dari konflik militer mana pun, meskipun tantangan utamanya adalah kondisi iklim yang ekstrem untuk bertahan hidup dalam jangka panjang tanpa bantuan logistic .

Negara lain yang juga sering disebut dalam daftar keamanan global 2025 meliputi Irlandia, Austria, dan Singapura

Source Bloomberg technoz

Bagikan Artikel
';document.write(commandModuleStr);