Breaking News

Mengapa Islam Sunni dan Syiah selalu berseberangan?

Denpasar OKEBALI.COM
Islam Sunni dan Syiah sering berseberangan karena perbedaan mendasar sejak sejarah awal, terutama soal suksesi kepemimpinan (imamah) pasca-Nabi Muhammad SAW, yang berkembang menjadi perbedaan teologi, hukum, dan politik. Sunni menekankan pemilihan pemimpin melalui musyawarah, sementara Syiah meyakini Ali bin Abi Thalib ditunjuk berdasarkan wahyu. Rivalitas geopolitik modern (misal: Iran vs Arab Saudi) juga memperuncing ketegangan.

Berikut adalah poin-poin utama perbedaan yang menyebabkan ketegangan:
Akar Sejarah dan Kepemimpinan: Syiah meyakini pemimpin umat harus dari keturunan Nabi (Imam yang maksum/suci), sedangkan Sunni mengikuti sahabat yang dipilih sebagai khalifah.

Caps : musuh Islam yang sebenarnya adalah mereka yang mencoba meyakinkan bahwa Sunni dan Syiah bermusuhan ( Habib Ali Al Jufri)

Perbedaan Teologi & Hadits: Syiah memiliki rukun iman taWmbahan yaitu Imamah (iman kepada Imam) dan menggunakan sumber hadits berbeda dari Sunni.

Faktor Politik Modern: Konflik seringkali dipicu oleh kepentingan kekuasaan dan persaingan pengaruh negara-negara di Timur Tengah.
Ketegangan Sektarian: Ekstremis di kedua belah pihak sering menggunakan narasi takfiri (mengafirkan) untuk meningkatkan permusuhan.

Meskipun berbeda dalam hal furu’iyah (cabang ajaran) dan politik, kedua belah pihak tetap memiliki fondasi yang sama yaitu beriman kepada Allah, Nabi Muhammad SAW, dan Al-Qur’an.

Bagikan Artikel
';document.write(commandModuleStr);