Foto: Petugas,anggota Tim SAR,TNI/POLRI ,BPBD dan Basarnas bekerja keras mengoperasikan alat berat membersihkan material longsor yang menutup akses jalan.
Denpasar OKEBALI.COM
Kami pewarta dan semua Rakyat NKRI turut berduka cita atas bencana Banjir dan Longsor yang terjadi di Sumatra, yang telah menyebabkan lebih dari 127 korban jiwa. Peristiwa ini merupakan tragedi besar yang berdampak pada banyak keluarga dan komunitas.
Untuk informasi terkini mengenai upaya bantuan, proses evakuasi, dan status darurat, Anda bisa merujuk pada sumber berita nasional terpercaya atau situs resmi pemerintah terkait kebencanaan. Anda bisa mendapatkan informasi lebih lanjut dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) atau melalui berita terkini.
Semoga para korban diberikan ketabahan dan proses pemulihan bagi wilayah yang terdampak dapat berjalan dengan lancar.
Saat ini tentunya sedang tingginya intensitas hujan yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara menyebabkan terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor.
Hal ini terlihat dimulai dari kawasan Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara yang terdampak banjir dan tanah longsor.
Sehingga terlihat kejadian longsor yang melanda ruas jalan penghubung kabupaten di dua desa yaitu Desa Pagaran Lambung I dan Sibalanga, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara sejak selasa dini hari.
Terlihat bahwa seluruh material longsor berupa tanah dan batang pohon menimbun ruas jalan di sejumlah titik

Foto : Rumah, Mobil dan korban banyak berjatuhan dan Bencana di Sumatra merupakan Bencana Nasional
Berdasarkan penjelasan Petugas bidang Pencegahan dan kesiapsiagaan BPBD kabupaten Tapanuli Utara, Septian Yudiansyah Nasution bahwa pada hari selasa, setidaknya terdapat 4 titik longsor sehingga akses jalan dari tarutung menuju Tapanuli Tengah terputus total.
Terlihat di lintas jalan pada KM 29 – 30, akses Desa Sibalanga tidaj dapat dilalui kendaraan. Dan pada lintas KM 33 – 34, Desa Pagaran Lambung 1 juga akses tidak dapat dilalui kendaraan.
Kejadian banjir dan longsor juga terjadi di Kec. Purbatua Kabupaten Tapanuli Utara pada hari selasa pagi. Terlihat bahwa banjir melanda Desa Siopat Bahal sedangkan tanah longsor terjadi di Desa Robean dan Desa Huta Nagodang. Saat terjadinya Tanah longsor di Desa Robean menghancurkan satu unit rumah warga.
Dengan kesigapan BPBD Kab Taput berkoordinasi dengan Pihak Kecamatan. Tim TRC BPBD Tapanuli Utara dan Dinas PUTR dengan menerjunkan alat berat ke lokasi kejadian. Dan dengan bantuan dari anggota TNI/Polri yang sudah berjaga di sekitar lokasi kejadian.
Berdasarkan penjelasan anggota Polsek Pahae Jae, AKP Hutagalung bahwa banjir setidaknya menggenangi 60 unit rumah warga sehingga masyarakat harus mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi.
Setelah terjadinya peristiwa banjir dan tanah longsor, seluruh anggota tim SAR yang merupakan gabungan BPBD dan Basarnas, serta pemerintah kabupaten tapanuli Utara terus melakukan pendataan evaluasi korban dan pengungsian. Dan melakukan usaha mengoperasikan alat berat untuk membersihkan material longsor yang menutup jalan.













