OKEBALI.COM
Orang yang sudah lanjut usianya dianggap wajar jika sering lupa sesuatu atau pikun. Seiring bertambahnya usia, kemampuan otak seseorang untuk berpikir dan mengingat memang dapat menurun. Tapi, pikun pada lansia sebaiknya jangan dimaklumi, karena kondisi ini masih bisa dicegah dengan beberapa cara.
Walaupun banyak orang lansia yang mengalaminya, tapi demensia atau pikun bukanlah proses yang normal dari penuaan. Pikun merupakan masalah kesehatan yang disebabkan oleh adanya kerusakan pada sel-sel otak yang membuat kemampuan komunikasi antar sel-sel tersebut terganggu. Ciri-ciri orang yang mengalami pikun adalah berkurangnya daya ingat, menurunnya kemampuan berpikir dan memahami sesuatu, serta menurunnya kecerdasan mental.
Jika pikun dimaklumi dan dibiarkan saja, maka kemampuan otak orang tersebut akan semakin melemah dan berisiko mengalami alzheimer, yang ditandai dengan kehilangan memori, kesulitan berpikir dan memecahkan masalah, bahkan kesulitan berbahasa. Selain itu, orangtua yang pikun biasanya juga akan mengalami depresi, sering marah-marah, kesulitan bersosialisasi, bahkan bisa berhalusinasi. Ia pun jadi tidak mampu hidup sendiri dan bergantung pada bantuan orang lain.

Jadi beberapa cara yang harus dilakukan sbb:
- Menjaga Kepala dari Benturan
Kondisi tubuh orang yang sudah lanjut usia sangat rentan dan jika terjatuh atau mengalami benturan, bisa mengakibatkan kondisi yang serius bahkan fatal. Karena itu, orang lansia perlu sangat berhati-hati ketika beraktivitas. - Membaca dan Menulis
Kedua aktivitas ini efektif untuk melatih dan menstimulasi sel-sel saraf otak. Jadi, orangtua dianjurkan untuk sering-sering membaca koran dan menulis buku harian/pekerjaan sebagai seorang Jurnalis sangat baik agar tidak cepat pikun. - Bermain Catur
Catur, dikenal sebagai olahraga yang baik untuk otak. Dengan bermain catur, orangtua bisa mengasah dan memaksimalkan fungsi otak, sehingga mencegah mereka jadi pikun. - Melakukan Permainan Memori.
Selain catur, orang lansia juga disarankan untuk sering-sering bermain permainan memori, seperti teka-teki silang, permainan studi kasus, atau permainan optical illusions. Permainan-permainan tersebut membuat mereka berpikir dan menggunakan logika untuk memecahkan masalah, sehingga dampaknya sangat baik untuk meningkatkan dan menajamkan kemampuan otak. - Menerapkan Gaya Hidup Sehat
Menghentikan kebiasaan buruk seperti merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol, serta mulai menerapkan kebiasaan baik seperti berolahraga secara teratur, mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat, tidur yang cukup, juga merupakan cara yang efektif untuk mencegah pikun. - Bersosialisasi
Aktif bersosialisasi juga merupakan kegiatan yang sangat baik untuk mencegah pikun. Dengan sering berkomunikasi dengan para anggota keluarga, menghadiri undangan pesta dan kegiatan-kegiatan sosial lainnya - Aktivitas Spiritual
Aktivitas ibadah dipercaya memiliki peran yang cukup signifikan dalam menjaga dan meningkatkan fokus otak, serta menjaga kesehatan mental. Jadi, orangtua bisa mengisi waktunya dengan ikut terlibat dalam berbagai kegiatan rohani agar kemampuan otaknya tidak menurun. Selain itu, kegiatan berpuasa juga terbukti bermanfaat untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja sel-sel otak. Itulah beberapa aktivitas yang bisa membantu mencegah orangtua lansia dari kondisi demensia atau pikun
Ref : Defective Cell Transport Suggested in Alzheimer’s Disease













