OKEBALI.COM
Gangguan bipolar adalah gangguan mental yang menyebabkan perubahan suasana hati, energi, tingkat aktivitas, konsentrasi, serta kemampuan untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Pengidap bipolar yang sebelumnya merasa sangat gembira bisa tiba-tiba berubah menjadi sangat sedih dan putus asa.
Perubahan suasana hati secara tiba-tiba ini dapat memengaruhi kebiasaan tidur, tingkat energi, aktivitas, perilaku, dan kemampuan berpikir pengidapnya. Gangguan bipolar adalah kondisi seumur hidup. Artinya, gangguan kesehatan mental ini tidak bisa disembuhkan seutuhnya. Meski begitu, gejalanya bisa dikelola dengan baik melalui terapi dan pengobatan.
Ciri-ciri penderita bipolar disorder berdasarkan mood yang dimiliki
Dengan mudah untuk berganti suasana hati, berikut ciri-ciri penderita bipolar berdasarkan mood yang dimiliki :
- Episode manik
Perasaan senang yang tidak bisa dikontrol.
Berbicara dengan cepat dan semangat.
Seksualitas tinggi.
Memiliki banyak ide, hingga sulit berkonsentrasi.
Rasa percaya diri yang tinggi.
Bisa tidak tidur seharian.
Sangat fokus dalam mengerjakan sesuatu.
Akan tetapi, rasa bahagia dan semangat yang memuncak dapat membuat perilaku penderita menjadi sangat agresif dan tidak terkontrol, seperti penyalahgunaan obat-obatan, mengganggu sekitar, dan boros dalam keuangan.
- Episode depresif
Rasa sedih berlebihan berujung lelah.
Hilang ketertarikan terhadap berbagai hal yang disukai.
Sulit berkonsentrasi dan mudah ragu.
Kehilangan rasa percaya diri.
Rasa ingin mengakhiri hidup.
Pada episode depresif, pasien bipolar merasakan gangguan tidur atau tidur berlebihan. Selain itu, mereka terus merenung. Fatalnya, mereka bisa melakukan penyalahgunaan obat-obatan dan menyakiti diri sendiri (self harm). Diagnosis bipolar yang cukup parah membuat penderitanya mengalami delusi dan halusinasi.
Penyebab Gangguan Bipolar
Beberapa ahli berpendapat, kondisi ini disebabkan oleh ketidakseimbangan neurotransmitter atau zat pengontrol fungsi otak. Ada juga yang berpendapat bahwa gangguan bipolar berkaitan dengan faktor keturunan.
Beberapa faktor yang diduga bisa meningkatkan risiko seseorang terkena gangguan bipolar adalah:
Mengalami stres tingkat tinggi.
Pengalaman traumatik.
Kecanduan minuman beralkohol atau obat-obatan terlarang.
Memiliki riwayat keluarga dekat (saudara kandung atau orangtua) yang mengidap gangguan bipolar.

Pengobatan Gangguan Bipolar :
- Obat-obatan
Jenis obat yang umumnya digunakan untuk mengobati gangguan bipolar termasuk penstabil suasana hati, antipsikotik, dan antidepresan. Pengidap bipolar juga kerap kesulitan tidur sehingga dokter seringkali juga meresepkan obat tidur atau anti kecemasan.
Hindari menghentikan pengobatan tanpa membicarakannya dengan dokter terlebih dahulu. Pasalnya, hal ini dapat menyebabkan “rebound” atau memburuknya gejala gangguan bipolar.
2.Psikoterapi:
Jenis terapi ini juga dapat mengidentifikasi pemicu episode bipolar. Pengidap pun dapat mempelajari strategi yang efektif untuk mengelola stres dan mengatasi situasi yang mengganggu.
Psikoedukasi. Melalui psikoterapi ini, pengidap dapat mempelajari tentang gangguan bipolar. Bahkan keluarga atau orang di sekitar pengidap pun dapat turut serta melakukan psikoedukasi, agar mereka mengetahui apa yang terjadi dan bagaimana cara membantu dan mendapatkan dukungan. Pengidap juga dapat mengidentifikasi masalah, merencanakan pencegahan kekambuhan, dan tetap menjalani pengobatan.
Terapi yang berfokus pada keluarga. Pengidap bipolar memerlukan dukungan dari keluarga. Sebab, dukungan dan komunikasi keluarga dapat membantu pengidap tetap menjalankan rencana perawatan. Selain itu, keluarga dapat mengenali dan mengelola tanda-tanda peringatan dari perubahan suasana hati pengidap.
3.Electroconvulsive Therapy (ECT)
ECT adalah prosedur stimulasi otak yang dapat membantu pengidap bipolar yang mengalami gejala cukup parah. ECT umumnya diberikan bersama obat anestesi dan ini aman dilakukan. Pengobatan ECT biasanya diperlukan untuk mengobati episode depresif dan mania yang parah dan ketika pengobatan lainnya tidak membantu.
- Transcranial magnetic stimulation (TMS)
TMS sebenarnya pengobatan baru untuk stimulasi otak dengan menggunakan gelombang magnetik. Penelitian menunjukkan bahwa TMS bermanfaat bagi banyak orang dengan berbagai subtipe depresi, tetapi perannya dalam pengobatan gangguan bipolar masih perlu diteliti lebih lanjut.

Penyebab pasti gangguan bipolar belum diketahui sehingga pencegahannya pun belum ditemukan. Meski begitu, seseorang yang mengalami gejala bipolar sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Perawatan ini juga perlu dilakukan secara berkelanjutan guna mencegah dampak serius dari gangguan bipolar.
Jika kamu memiliki riwayat keluarga dengan gangguan bipolar, penting untuk mewaspadai tanda-tanda bipolar sedini mungkin. Hindari mengonsumsi zat yang dapat memicu episode mania atau depresi, seperti kafein dalam jumlah berlebih, alkohol, kokain, ekstasi, dan amfetamin.
Bila gangguan Bipolar cukup berat dan membutuhkan perawatan khusus segera konsultasikan ke Dokter Psikiatri untuk penanganan lebih lanjut.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2023. Bipolar Disorder
WebMD. Diakses pada 2023. Types of Bipolar Disorder
Medical News Today. Diakses pada 2023. Bipolar type definitions
Mind. Diakses pada 2023. What types of bipolar disorder are there?













