Foto: Sistem Radar di Teheran , aktif&siaga penuh antisipasi serangan AS-ISRAEL
Denpasar OKEBALI.COM
Serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada akhir Februari hingga 1 Maret 2026 memberikan dampak signifikan bagi Indonesia, baik dari sisi ekonomi, energi, maupun stabilitas domestik.
Berikut adalah rincian dampaknya:
1. Dampak Ekonomi dan Moneter
Pelemahan Rupiah: Ketidakpastian global memicu investor memindahkan aset ke safe haven seperti dolar AS dan emas, yang menyebabkan nilai tukar Rupiah tertekan terhadap dolar
Kenaikan Harga Minyak: Serangan ini memicu lonjakan harga minyak mentah dunia. Sebagai negara pengimpor minyak (net oil importer), hal ini memperberat beban subsidi energi (BBM) dalam APBN Indonesia.
2. Krisis Energi dan Jalur Perdagangan
Penutupan Selat Hormuz: Iran dilaporkan merespons serangan dengan menutup Selat Hormuz. Jalur ini sangat krusial bagi pasokan energi global; penutupannya dapat mengganggu stabilitas pasokan energi nasional Indonesia.

Foto: eksodus besar-besaran warga Teheran setelah serangan AS-ISRAEL di Iran
Biaya Logistik: Risiko keamanan di wilayah Timur Tengah memaksa rute pengiriman barang memutar, yang meningkatkan biaya kargo ke Indonesia
3. Respons Diplomatik dan Keamanan
Sikap Pemerintah: Indonesia melalui Duta Besar di Teheran menyatakan penyesalan mendalam dan menilai aksi militer tersebut memperburuk eskalasi kawasan. Indonesia juga menawarkan diri untuk menjadi jembatan komunikasi guna meredakan ketegangan antara AS dan Iran.
Nasib Jemaah Umrah: Pemerintah saat ini tengah memantau ketat kondisi keamanan ruang udara di Timur Tengah untuk memastikan keselamatan jemaah Umrah dan haji asal Indonesia yang sedang atau akan berangkat.
Isu Palestina: Serangan ini dianggap oleh sejumlah tokoh nasional, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI), sebagai upaya sistematis untuk melemahkan dukungan terhadap perjuangan Palestina di kawasan.













