Breaking News

Apakah peran Indonesia cukup penting dalam Board of Peace? Siapa saja yang masuk dalam keanggotaan BOP?

Caps: Presiden Prabowo tandatangani Piagam Board of Peace

Jakarta OKEBALI.COM

Peran Indonesia dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Dunia sangat strategis, terutama karena Indonesia dipercaya memegang jabatan militer penting dalam upaya stabilisasi di Gaza. BoP sendiri merupakan badan internasional yang diluncurkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada awal tahun 2026 untuk memimpin perdamaian, stabilisasi, dan rekonstruksi pascakonflik di Gaza, Palestina.

Peran Penting Indonesia di Board of Peace

Indonesia merupakan salah satu negara pendiri (founding member) yang menandatangani piagam BoP di Davos, Swiss, pada 22 Januari 2026.

Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi: Indonesia ditunjuk sebagai Wakil Komandan Bidang Operasional dalam International Stabilization Force (ISF), sebuah pasukan stabilisasi yang dibentuk oleh BoP untuk Gaza.

Penempatan Pasukan: Indonesia berencana menempatkan prajuritnya di wilayah strategis, seperti Rafah, untuk menjalankan tugas non-kombat, perlindungan sipil, rekonstruksi, bantuan kemanusiaan, dan pendampingan polisi Palestina.

Diplomasi Netral: Indonesia menjadi salah satu dari sedikit negara (bersama Azerbaijan) yang diterima oleh kedua belah pihak yang bersengketa karena rekam jejaknya yang netral dan aktif dalam diplomasi perdamaian.

Pengaruh Strategis: Dengan jabatan wakil komandan, Indonesia memiliki daya tawar yang kuat untuk memastikan bahwa misi tersebut tetap sesuai dengan prinsip solusi dua negara dan tidak melanggar piagam PBB.

Keanggotaan Board of Peace
Hingga Februari 2026, sekitar 35 negara telah menyatakan komitmen untuk bergabung dengan Board of Peace. Keanggotaannya terdiri dari negara-negara yang diundang langsung oleh Chairman (Presiden Donald Trump sebagai ketua perdana) dengan representasi tingkat kepala negara atau pemerintahan.

Beberapa negara utama yang tercatat sebagai anggota atau yang telah bergabung antara lain:

Negara-negara Pendiri/Utama:

Amerika Serikat (Ketua), Indonesia, Arab Saudi, Turki, Mesir, Yordania, Qatar, Pakistan, dan Uni Emirat Arab.

Anggota International Stabilization Force (ISF): Indonesia (Wakil Komandan), Maroko, Albania, Kosovo, Kazakhstan, Mesir, dan Yordania.

Negara Lain: Israel juga telah resmi bergabung dalam keanggotaan ini.
Partisipasi Palestina: Palestina turut terlibat melalui kehadiran perwakilan (Dr. Ali Shaath), meskipun belum menjadi anggota penuh karena prasyarat status keanggotaan PBB.

Catatan Penting: Terdapat kontroversi mengenai persyaratan bagi anggota tetap BoP untuk membayar iuran tahunan sebesar 1 miliar dolar AS (sekitar Rp16,9 triliun). Namun, Kementerian Luar Negeri RI menegaskan bahwa Indonesia belum membahas kewajiban pembayaran dana tersebut saat bergabung.

Bagikan Artikel
';document.write(commandModuleStr);