Caps : Koster sangat berharap masyarakat Bali tetap bisa bekerja sama dalam penanggulangan masalah sampah, semua daerah di Indonesia mengalami hal yang sama,solusi kita PSEL segera dimulai
Denpasar OKEBALI.COM
Gubernur Bali Wayan Koster menanggapi kritik keras dari Komisi V DPR RI terkait masalah sampah dengan menekankan bahwa persoalan tersebut bukan hanya tantangan bagi Bali, melainkan sudah menjadi isu nasional yang memerlukan sinergi lintas pemerintah.
Berikut adalah poin-poin utama jawaban dan langkah yang disampaikan Koster:
Penyelesaian Melalui Teknologi (PSEL): Koster menyatakan bahwa pemerintah provinsi sedang mengandalkan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Danantara sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi timbulan sampah yang terus meningkat.
Penutupan TPA Overload: Ia menegaskan komitmennya untuk menutup tempat pembuangan akhir yang sudah melebihi kapasitas, seperti TPA Suwung, demi memperbaiki kondisi lingkungan di Bali.
Caps :DPR RI komisi V ,kami sama sekali tidak mencecar Gubernur Bali,tapi kamu sangat mendukung rencana Gubernur Bali.
Regulasi dan Sanksi Tegas: Koster menyebutkan penerapan aturan ketat bagi warga yang masih membakar sampah sembarangan, di mana pelanggar dapat dikenakan sanksi Tindak Pidana Ringan (Tipiring).
Dukungan Pusat: Meskipun sempat muncul narasi “dicecar” dalam video viral di media sosial, pihak Pemprov Bali dan beberapa sumber di Senayan menyatakan bahwa Komisi V DPR RI sebenarnya memberikan dukungan penuh terhadap perjuangan Gubernur Koster dalam mengusulkan infrastruktur pengelolaan sampah yang lebih memadai ke pemerintah pusat.
Masalah ini menjadi sorotan karena volume sampah di Bali dilaporkan naik sekitar 30% dalam periode 2000-2024 akibat rendahnya kesadaran pengelolaan di sumber serta peningkatan jumlah wisatawan. Koster meresponsnya dengan mengeluarkan kebijakan terbaru melalui Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 9 Tahun 2025 tentang Gerakan Bali Bersih Sampah.
