Foto : Ketua DPW IKAPPI BALI Sudadi Murtado ( kemeja putih)
Denpasar OKEBALI.COM
Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (DPW IKAPPI BALI), Sudadi Murtadho mengatakan kenaikan harga plastik terjadi karena Indonesia masih tergantung bahan baku plastik dari impor. Kenaikan harga disebut mencapai hingga 50%.
“Kami pantau sudah cukup lama, pada saat memasuki bulan suci Ramadan harga plastik sudah mulai ada kenaikan. Puncaknya ini harganya yang kami sudah hitung kenaikannya mencapai 50%,” kata Bang Edo sapaan akrabnya, Rabu (8/4/2026).
Edo mencontohkan harga plastik kresek yang awalnya Rp 10.000 menjadi Rp 15.000 per pack, kemudian plastik klasifikasi lainnya ada yang naik dari Rp 20.000 menjadi Rp 25.000.
“Memang ini risiko jika kita masih mengalami ketergantungan impor sehingga dampak dari perang yang ada di Timur Tengah ini implikasi secara serius ke dalam negeri sehingga kenaikannya akan terus terjadi. Kami pantau memang signifikan sekali harga plastik ini kenaikannya,” imbuhnya.
Edo menyebut pedagang pasar yang dominan menggunakan plastik untuk membungkus dagangannya sudah teriak dengan kenaikan harga ini. Ia tidak menampik jika kenaikan harga plastik bisa berpotensi mengerek harga komoditas yang dijual di pasaran.
“Emak-emak yang menggunakan plastik untuk dagangannya tentu sudah teriak-teriak, ini akan membuat harga di pasaran juga berpotensi mengalami kenaikan,” tutur edo.
