Breaking News
UMUM  

Lebih dekat dengan gitaris Rock SAS/AKA group era tahun 1970 Soenatha Tanjung.

SURABAYA OKEBALI.COM   Siapa yang tak kenal AKA &SAS group band Rock paling top dan gahar di tahun 1970 an. Dilahirkan di Bondowoso pada 16 Desember 1945 dengan nama lengkap Joshua Soenatha Tanjung.
MESKI ayahnya, Samuel Tanjung, seorang pemain biola, Soenatha Tanjung mengaku belajar musik secara otodidak. Dia sama sekali tidak ikut kursus atau sekolah musik seperti kebanyakan anak-anak keturunan Tionghoa saat ini. Di jaman itu Band Rock di Indonesia yang dipuja penggemar Rock di Indonesia adalah AKA,SAS,ROLLIES,GOD BLESS,SUPERKID,FREEDOèM OF RHAPSODIA,the PEELS,GIANT STEP & MICKY JAGUAR (Bentoel Band/Oegle Eyes), YUKE SUMERU (GIBRILL),ELPAMAS dll

Permainan gitar Soenatha ternyata menarik perhatian Ucok Harahap, putra sulung Ismail Harahap, bos Apotek Kaliasin, salah satu dari tiga apotek di Surabaya pada 1960-an. Berbasa-basi sejenak, Ucok mengajak Soenatha bersama-sama membuat band baru. Band yang tidak sekadar bermain untuk mengiringi penyanyi-penyanyi lain, tapi menawarkan musik yang berbeda. Apalagi, rezim Orde Lama yang dulu melarang musik rock dan sejenisnya baru saja tumbang. Soenatha pun setuju dengan tawaran Andalas Datoe Oloan Harahap, nama lengkap Ucok. Selain mendapatkan Soenatha, Ucok juga berhasil merekrut Sjech Abidin (gitaris) dan Arthur Kaunang. Arthur yang awalnya hanya berbekal pengalaman sebagai pemain piano dan keyboard ‘dipaksa’ Ucok untuk belajar main gitar bas. Sebab, band baru ini memang belum punya pemain bassis. Dasar anak berbakat, dalam waktu singkat Arthur mampu bermain bas dengan tangan kiri.

Foto : Syech Abidin (drum),Sonata Tanjung (tengah/gitaris/biola), Arthur Kaunang (Bass/keyboard)

Singkat cerita, Ucok Harahap akhirnya secara resmi mengumumkan berdirinya band baru di Surabaya. Namanya AKA, singkatan dari Apotek Kaliasin. Selain menghasilkan sekitar 15 album rekaman, AKA menjadi band paling fenomenal gara-gara aksi panggung Ucok yang nyentrik dan gila-gilaan. Misalnya, bergelantung di tali, kepala di bawah kaki di atas, masuk peti mati, serta atraksi-atraksi mendebarkan lainnya. Meroketnya popularitas AKA membuat nama para personelnya pun ikut melambung. Soenatha Tanjung yang tadinya hanya dikenal sebagai gitars top Surabaya, atau Jawa Timur, kini disebut-sebut sebagai salah satu dewa gitar tanah air. Sayang, Ucok Harahap meninggalkan band yang dibentuknya dari nol itu. AKA bubar.

Sempat vakum selama setahun, tiga personel yang ditinggal Ucok membentuk band baru. “Manajernya, ya, Ismail Harahap, bapaknya Ucok. Bahkan, beliau yang memberi nama SAS, sesuai singkatan nama kami bertiga. Soenatha, Arthur, Sjech Abidin. Jadi, hubungan kami dengan Ucok dan kxeluarganya itu sangat baik. Seperti keluarga sendiri,” katanya. Berbeda dengan AKA, SAS Group merujuk pada ELP (Emerson, Lake & Palmer) dan Rush, trio rock asal Kanada. Juga terpengaruh Led Zeppelin dan Deep Purple yang sangat mendunia saat itu. “Di SAS ini kami bertiga bisa menyanyi dan kerja samanya jadi lebih gampang. Dan itu membuat kami bisa produktif di panggung maupun rekaman,” tuturnya.

Soenatha perlahan-lahan meninggalkan musik rock, yang disebutnya ‘musik sekuler’, setelah kesetrum listrik di atas panggung pada 1987. Tangan kirinya lumpuh total. Sejak itu dia mendapat pelayanan rohani dari rombongan gereja. “Saya bertekad untuk melayani Tuhan,” katanya.
Namun, karena kontrak sudah ditandatangani, setelah sembuh, Soenatha masih sempat memperkuat SAS dan merilis album Metal Baja pada 1992. Setelah itu, Soenatha meninggalkan musik sekuler secara total. “Saya lebih mantap berada di jalan Tuhan,” tegasnya. Dia kini menjadi pendeta di Gereja Bethany Surabaya dan menjadi penata musik disana sejak 1993.

Soenatha memiliki seorang istri, Elsye S. Yansen, dan mereka memilik empat orang anak: Maria Silvana Tanjung, Elizabeth Tanjung, Steven Tanjung dan Victor Tanrjung. Soenatha beralamatkan di Jalan Mantarrejo II Surabaya. Seperti juga Gito Rollies, Harry Mukti (ke 2nya almarhum) dan Yuke Sumeru (bassist GIBRILL) berhenti di hingar bingarnya panggung musik Rock mereka hijrah menjadi HAMBA ALLAH (USTADS) Demikian juga Sonata Tanjung dan Arthur Kaunang (AKA/SAS) hidupnya kini diubahkan TUHAN menjadi PENDETA. Semoga para legenda musik Rock era 60/70an tetap sehat dan semangat melayani TUHAN.

Bagikan Artikel
';document.write(commandModuleStr);