Foto: Pesona Sunrise dan ketentraman hati di Pantai Sanur, benar – benar menjadikan Sanur tempat healing terbaik untuk Lansia dan keluarga
Denpasar OKEBALI.COM Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, baru saja meresmikan Sanur sebagai Kawasan Rendah Emisi (KRE) pada 21 Februari 2026.
Sanur kini resmi bertransformasi menjadi Kawasan Rendah Emisi (Low Emission Zone) sekaligus pusat wisata kesehatan (medical tourism) pertama di Indonesia.
Berikut adalah poin-poin utama dari pengembangan kawasan tersebut:
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan: Diresmikan pada Juni 2025, KEK Sanur mengintegrasikan layanan medis modern dengan pariwisata berkelanjutan.
Foto: Icon mall Sanur Bali & Bali International Hospital menjadikan Sanur semakin lengkap dengan mall dan Hostipal berkelas dunia
Fasilitas Utama: Memiliki Bali International Hospital sebagai pusat layanan kesehatan, serta akomodasi premium seperti The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel.
Minim Polusi & Ramah Lingkungan:
Pemerintah Kota Denpasar telah menetapkan Sanur sebagai zona rendah emisi guna mendorong penggunaan transportasi ramah lingkungan.
Terdapat Etnobotanical Garden seluas 4,9 hektar yang berfungsi sebagai paru-paru kawasan sekaligus area penyembuhan alami (wellness).
Foto : jogging track untuk pejalan kaki dan Pesepeda,sangat menyenangkan untuk keluarga
Penerapan sistem energi terbarukan dan pengelolaan limbah yang bertanggung jawab di seluruh ekosistem KEK.
Tujuan Strategis: Mengurangi jumlah warga Indonesia yang berobat ke luar negeri dan menjadikan Bali sebagai destinasi wellness tourism kelas dunia.
Langkah ini bertujuan menciptakan ekosistem pariwisata yang sehat, berkelanjutan, dan bebas polusi dengan beberapa poin utama:
Landasan Hukum: Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Walikota Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Lalu Lintas di Kawasan Rendah Emisi Sanur.
Wilayah Cakupan: Meliputi wilayah Desa Sanur Kaja, Desa Sanur Kauh, Desa Adat Sanur, dan Desa Adat Intaran.
Sanur adalah wajah pariwisata Denpasar. Penataan transportasi dan pengendalian emisi menjadi prioritas agar pertumbuhan ekonomi tetap berjalan tanpa mengorbankan kualitas lingkungan dan kenyamanan warga,” ujar Jaya Negara.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Denpasar juga telah melakukan penataan jogging track, perbaikan drainase, trotoarisasi, serta pengoperasian shuttle listrik guna mendukung mobilitas ramah lingkungan
Peningkatan aktivitas pejalan kaki turut mendorong perputaran ekonomi lokal, khususnya bagi pedagang dan pelaku usaha kecil di sepanjang kawasan Sanur.
Untuk saat ini hampir semua wisatawan yang berkunjung ke Sanur didominasi wisatawan yang memang ingin berolahraga baik jalan kaki, lari,bersepeda mulai dari Lansia,dewasa,Remaja dan anak-anak.
Dengan fasilitas jogging track yang baik disepanjang pantai Sanur juga banyak cafe lokal maupun internasional. Sehingga diharapkan Sanur menjadi Destinasi Wisata yang sehat, bersih dan bebas polusi. Sehingga wisatawan bisa berolah raga menikmati deburan ombak dan angin pantai Sanur dan untuk melepas lelah bisa bersantai bersama keluarga,sahabat dan kekasih menikmati kuliner sesuai selera dan menikmati musik akustik
