Breaking News
UMUM  

Sylvia Sartjee Lady Rocker pertama di Indonesia. Gahar diatas panggung namun lembut diluar panggung

Denpasar OKEBALI.COM. Siapa penggemar music Rock& Blues era 70 an yang tak kenal Sang lady Rocker Sylvia Saartje yang akrab dipanggil Jipi. Pasti penikmat musik Rock era 70an mengenalnya dengan baik . Pewartapun merupakan fans berat Sylvia Saartje dan selalu mengikuti penampilannya setiap Jipi manggung .

Berbekal kostum-kostum dengan warna yang mencolok, bahan kulit serta jeans dan sepatu boots akan sangat mudah mengenali sosok Jippi pada saat itu, selain sosok perempuan yang jarang sekali ditemukan di skena musik rock saat itu.

Salah satu penampilannya yang fenomenal adalah pada saat konser ‘Aktuil Vacancy Rock’ di Gedung Olah Raga (GOR) Pulosari Malang, 27 Desember 1976. Sylvia adalah satu-satunya penyanyi rock perempuan yang tampil dalam konser tersebut.

Lagu LOVE IS THE ANSWER yang dibawakan Jipi bersama Gugun Blues Shelter menjadi lagu yang disukai penikmat musik.

Karier panggung yang melejitnya pun membawanya sampai ke dapur rekaman. Hasilnya adalah “Biarawati”, sebuah nomor karya Ian Antono yang menjadi single perdana Jippi yang kerap diputar pada saat itu. Sejak saat itu hingga hari ini, di usia yang ke-68 tahun (2024), Sylvia Saartje dikenal sebagai lady rocker Indonesia yang dihormati. Dan mampu menjaga kondisi fisik dan staminanya dengan bersenam Yoga secara teratur.

Adapun cerita di atas adalah sekelumit dari potongan kisah yang dilontarkan oleh para narasumber di film Dokumenter bertajuk Sylvia Saartje, Lady Rocker Pertama Indonesia. Diproduksi oleh Terakota Indonesia, Yayasan yang memiliki fokus pada pemberitaan budaya dan sejarah, fillm besutan Sutradara Subi berhasil didanai dengan dukungan program Fasilitasi Bidang Kebudayaan (FBK) 2021 bidang dokumentasi karya – pengetahuan maestro, Dirjenbud Kemdikbudristek RI.

Film ini menjadi sarana nyata pemajuan kebudayaan nasional di bidang sejarah pengetahuan musik rock, dimana sosok Sylvia Saartje merupakan produk hibriditas dengan latar belakang kosmopolitan yang terbukti mampu memajukan musik rock nasional. Tak hanya Sylvia Saartje menjadi aset Kota Malang, ia juga menjadi aset besar kebudayaan dan musik populer yang dimiliki Indonesia. Nama Sylvia Saartje adalah pionir dan membuka jalan bagi penyanyi rock perempuan Indonesia generasi selanjutnya.

Memasuki usia 68 tahun. Namun stamina dan suaranya masih menggelegar.

Konser Emas :

Untuk memperingati 50 tahun kariernya di dunia musik, Sylvia Saartje mengadakan konser tunggal di Malang pada 15 September 2018 di Studio UBTV Malang. Sylvia telah lama memimpikan mengadakan festival rock penyanyi-penyanyi perempuan. Konser ini mendapatkan dukungan dana dari Ford Foundation melalui proyek hibah Cipta Media Ekspresi. Seluruh musisi yang tampil di konser ini adalah perempuan, dengan total 26 orang, antara lain Dhea yang memegang drum, Ellen dan Vyta di bass, Yeyen dan Devi di gitar ritme, Noby, Gea, serta Tika di gitar melodi, juga Gea dan Putri yang bermain keyboard. Seluruhnya tergabung dalam Voice of Malang (VoM). Ada pula sepuluh Aremanita mendukung pertunjukan dengan string ensamblenya.
Selain itu, teknis pelaksanaan, busana, aksesori dan lain sebagainya juga dijalankan oleh tim yang beranggotakan perempuan-perempuan dari Malang. Sebagian besar pemain musik dan vokal tambahan di pertunjukan ini adalah ibu rumah tangga.
Di konser ini, Sylvia membawakan sepuluh lagu. Sylvia menggubah dan menulis sendiri komposisis serta lirik delapan lagu yang dibawakannya, sedangkan dua lagu lainnya adalah lagu hitsnya, yaitu “Biarawati” ciptaan musisi Ian Antono dan “Jakarta Blue Jeans ku”, ciptaan Farid Harja. Sylvia pun tidak hanya menyanyi tetapi juga bercerita dan berbagi pengalamannya.Ia juga menyanyikan lagu “Kepada Siapa Aku Mengadu” yang membuatnya menitikkan air mata karena lagu tersebut ia ciptakan untuk mengenang mendiang pacarnya yang meninggal pada tanggal 15 September. Pertujukan dengan konsep orkestra rock ini menghadirkan musik rock bernuansa klasik yang dihadiri oleh ratusan fans Sylvia.Konser ini juga dihadiri oleh produser musik yang memegang andil dalam kiprah Sylvia, Log Zhelebour. Konser emas Sylvia Saartje ini dimulai dengan lagu “Manusia” dan diakhiri dengan “Love Is The Answer” mengenai harapan adanya perdamaian di dunia. Konser tidak berbayar ini diakhiri dengan kejutan ulang tahun ke-62 untuk Sylvia dari para kerabat, keluarga, dan fansnya.

Nah guys itu tadi cerita singkat tentang lady Rocker senior yang sampai saat ini tetap eksis dan dikenal sepanjang masa.

Bagikan Artikel
';document.write(commandModuleStr);
Exit mobile version