Foto : Zainuddin Amali,putra Gorontalo, salah satu kandidat sebagai Ketum PSSI
Denpasar OKEBALI.COM
Calon kuat pengganti Erick Thohir sebagai Ketua Umum PSSI adalah:
– Zaunudin Amali (ZA): Wakil Ketua Umum PSSI dan mantan Menpora (2019-2023) yang memiliki pengalaman di birokrasi olahraga dan dukungan politik luas. ZA dianggap sebagai figur kompromi yang diterima berbagai kalangan.
– Ratu Tisha Destria: Wakil Ketua Umum PSSI saat ini yang dapat menjadi pilihan jika Erick Thohir mundur dan menunjuk pengganti.
– Yunus Nusi: Sekjen PSSI dan eks Ketua Asprov Kalimantan Timur yang memiliki pengalaman dalam pengelolaan sepak bola.
– Dito Ariotedjo: Mantan Menpora dan tokoh muda dengan jejaring politik yang luas
Erick Thohir sendiri belum menentukan sikap apakah akan mundur dari jabatan Ketua Umum PSSI setelah dilantik sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga. Ia akan mengikuti aturan FIFA dalam menentukan keputusan tersebut.
Putra Gorontalo, Zainudin Amali (ZA) berpeluang memimpin PSSI setelah Ketua Umum PSSI Erick Thohir dilantik menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dalam reshuffle menteri oleh Presiden Prabowo Subianto, kemarin (18/9). ZA memiliki kans besar menyusul mulai bergulirnya desakan mundur terhadap Erick Thohir dari posisi Ketum PSSI.
Pengamat olahraga Erwiyantoro mengatakan Erick tidak boleh merangkap jabatan sebagai Menpora dan Ketua Umum PSSI. “Dia harus segera mundur dari Ketua Umum PSSI. Tidak boleh rangkap jabatan,” kata dia
Foto : Ratu Tisha Destria.salah satu kandidat Ketum PSSI
Pengamat olahraga Erwiyantoro mengatakan Erick tidak boleh merangkap jabatan sebagai Menpora dan Ketua Umum PSSI. “Dia harus segera mundur dari Ketua Umum PSSI. Tidak boleh rangkap jabatan,” kata dia.
Tak hanya Erick, menteri merangkap jabatan juga dijalani Airlangga Hartarto. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini juga menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia atau PB ISSI.
Sebelumnya, Luhut Binsar Pandjaitan, juga merangkap jabatan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Ketua Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) 2021-2025.
Erick pun saat terpilih sebagai Ketua Umum PSSI pada Februari 2023, posisinya sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara. Ia pun menjalankan rangkap jabatan itu selama ini.
Foto: Sekjen PSSI, Yunus Nusi
Namun, dengan jabatan barunya sebagai Menpora, dianggap tidak tepat untuk tetap memimpin federasi sepak bola Indonesia. “Posisi Erick bukan kayak Luhut dan Airlangga,” kata Erwiyantoro. Menurut dia, hal itu berpotensi conflict of interest.
Ia menambahkan, hal itu berbeda ketika Kementerian Pemuda dan Olahraga memberikan bantuan dana kepada PB PASI, PB ISSI, atau Pelatihan Nasional untuk SEA Games. Karena itu, menurut dia, Erick perlu mundur dari jabatannya dan menunjuk Ketua Umum PSSI baru.
Erick mengatakan dirinya belum mengetahui apakah masih bisa tetap merangkap jabatan sebagai Ketua Umum PSSI. Karena itu, ia memilih untuk menyerahkan keputusan itu ke FIFA.
“Ada prosesnya di FIFA. FIFA sebagai badan olahraga tertinggi di dunia. Nanti mereka yang akan menentukan,” kata Erick di Istana Negara, Rabu, (17/9). Saat dikonfirmasi soal peluang mundur dari posisi ketua umum PSSI, Erick belum menentukan sikap. Ia akan mengikuti aturan FIFA. “Nanti, biar FIFA saja, ” kata dia.
