Foto : Dalam suasana yang relax sambil tapi serius Prabowo bertemu dan minta saran untuk kemajuan Sepakbola Indonesia pada Zinadin Zidane ( legenda sepakbola asal Prancis)
Jakarta OKEBALI.COM
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan rincian pertemuan selama 45 menit antara Presiden Prabowo Subianto dengan legenda sepak bola Prancis, Zinedine Zidane, di sela-sela World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss.
Berikut adalah poin-poin utama dari obrolan tersebut yang dibeberkan oleh Seskab Teddy:
Visi Sepak Bola Nasional: Prabowo menyampaikan komitmen besar untuk memajukan sepak bola Indonesia dan memperkuat prestasi Tim Nasional (Timnas).
Instruksi Lapangan di Sekolah: Presiden memaparkan rencana kebijakan baru di mana setiap pembangunan sekolah baru di Indonesia wajib memiliki lapangan sepak bola sebagai sarana pembinaan bakat sejak dini.
Permintaan Masukan Strategis: Prabowo secara langsung meminta saran dan pandangan dari Zidane mengenai strategi terbaik untuk mengembangkan bakat pemain muda serta ekosistem sepak bola di tanah air.

Foto : Momen Presiden Prabowo dan putranya Didit saat bertemu Zinadin Zidane
Momentum Prabowonomics: Pertemuan ini dilakukan pada akhir Januari 2026, tepat setelah Presiden Prabowo menyampaikan pidato mengenai konsep ekonomi nasional yang disebut Prabowonomics di hadapan pemimpin dunia.
Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh putra Presiden, Didit Hediprasetyo, dan putra Zidane, Theo Zidane, dalam suasana yang hangat dan akrab.
Selain menyampaikan gagasan pengembangan infrastruktur, Prabowo turut meminta masukan dan pandangan dari Zidane terkait perkembangan dan pembinaan sepak bola nasional agar dapat tumbuh lebih baik.
Presiden Prabowo mencuri perhatian dunia dalam WEF 2026 di Davos dengan memperkenalkan Prabowonomics sebagai strategi ekonomi inklusif berbasis kesejahteraan sosial.
Di hadapan ribuan pemimpin global dan CEO, Prabowo mengemukakan bahwa fondasi ekonomi Indonesia ke depan bertumpu pada penguatan sumber daya manusia melalui program makan bergizi gratis, hilirisasi industri, serta penegakan hukum yang tegas guna menjamin kepastian investasi.
Dalam pidato kuncinya, Presiden menekankan prinsip bahwa tidak ada kemakmuran tanpa perdamaian, sembari mempromosikan peran Badan Pengelola Investasi Danantara sebagai motor penggerak ekonomi nasional.













