Breaking News

Proyek PSEL di BALI, sudah disiapkan lahannya oleh Koster ,dan proyek akan digarap oleh Tiongkok

Denpasar OKEBALI.COM
Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bali saat ini sedang dalam tahap percepatan dan memang melibatkan investor asal Tiongkok.

Berikut adalah detail terbaru mengenai proyek tersebut hingga Maret 2026:
Pelaksana Proyek: Perusahaan asal Tiongkok, Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd., telah ditunjuk oleh Danantara Indonesia sebagai pemenang tender untuk menggarap proyek PSEL di Denpasar.

Lokasi Lahan: Berbeda dengan rencana awal di TPA Suwung, lahan yang disiapkan kini berada di kawasan milik PT Pelindo (Persero) di Pelabuhan Benoa seluas sekitar 5–6 hektar.
Jadwal Groundbreaking: Peletakan batu pertama (groundbreaking) ditargetkan akan dilakukan pada Juni 2026 setelah Gubernur Wayan Koster melakukan koordinasi percepatan dengan pemerintah pusat.

Target Operasional: Fasilitas ini diperkirakan mulai beroperasi penuh pada Desember 2028.

Status TPA Suwung: Seiring dengan proyek ini, TPA Suwung direncanakan akan ditutup total secara bertahap. Penutupan untuk pembuangan terbuka (open dumping) telah dimulai sejak Maret 2026, namun Koster mengusulkan perpanjangan operasional terbatas hingga November 2026 atau Agustus 2027 sebagai masa transisi sebelum PSEL siap.

Proyek ini menjadi solusi strategis untuk menangani sampah di wilayah Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan (Sarbagita) dengan mengubahnya menjadi sumber energi listrik ramah lingkungan.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan Walikota Denpasar IGN Jaya Negara tersebut, Gubernur Koster menegaskan, Bali siap menjadi daerah prioritas dalam pengembangan teknologi pengolahan sampah berbasis energi. Menurutnya, proyek ini sangat dinantikan masyarakat mengingat volume sampah di Bali terus meningkat seiring posisinya sebagai destinasi pariwisata dunia.

Kami di Bali sudah satu tim, gubernur, wali kota, dan para bupati. Lahan sudah disiapkan, akses jalan sudah ada, dan sosialisasi kepada masyarakat juga sudah dilakukan. Masyarakat pada prinsipnya sudah setuju, jadi sekarang tinggal berjalan,” ujar Koster.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Bali akan memberikan dukungan penuh agar proyek tersebut bisa segera terealisasi. Pemerintah daerah juga meminta kejelasan timeline kerja dan progres pembangunan agar prosesnya dapat berjalan efektif.

“Kami siap men-support apa pun yang dibutuhkan agar proyek ini berjalan lancar. Isu pengolahan sampah ini sangat ditunggu masyarakat Bali, jadi kita dorong percepatannya,” tegasnya.

Dari pihak pemerintah pusat, Deputi Bidang Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Pangan Nani Hendiarti menyatakan komitmen untuk mengawal percepatan pembangunan PSEL, termasuk koordinasi dengan Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) Danantara.

Sementara itu, perwakilan Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd memastikan teknologi yang digunakan di PSEL Bali akan memenuhi standar emisi Eropa sehingga tidak mencemari udara.

Selain itu, fasilitas ini dirancang dengan sistem zero limbah air (lindi). Seluruh residu akan diproses secara maksimal sehingga tidak meninggalkan limbah yang mencemari lingkungan. Sebagian residu bahkan dapat dimanfaatkan kembali, misalnya menjadi conblock, paving block, dan material konstruksi lainnya.

Bagikan Artikel
';document.write(commandModuleStr);