Foto: Trio pelatih Kluivert,Danny dan Alex sedang putar otak memasang skuad terbaik hadapi Arab Saudi dan Irak
Denpasar OKEBALI.COM –
Persiapan Timnas Indonesia untuk Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia sedang dilakukan dengan intensif. Berikut beberapa hal yang perlu dipersiapkan:
– *Pembagian Grup*: Undian grup telah dilakukan, dan Indonesia berada di Pot 3 bersama Oman. Mereka akan menghadapi lawan-lawannya di grup yang sama dalam sistem round-robin.
– *Jadwal Pertandingan*: Pertandingan akan digelar pada 8-14 Oktober 2025, dengan format satu lokasi dan tanpa laga kandang-tandang.
– *Tantangan*: Indonesia harus siap menghadapi lawan-lawannya yang lebih kuat, termasuk tuan rumah Qatar dan Arab Saudi, yang memiliki keuntungan atmosfer dan pengalaman bermain di stadion sendiri.
– *Strategi*: Pelatih Patrick Kluivert dan tim pelatih sedang mempersiapkan strategi untuk menghadapi lawan-lawannya, termasuk analisis lawan dan peningkatan kemampuan pemain.
– *Pemain*: Beberapa pemain diaspora Indonesia seperti Emil Audero dan lainnya sedang menunjukkan performa yang baik dan siap memperkuat timnas.
Dalam menghadapi Round 4, Indonesia perlu ¹:
– *Konsentrasi dan Efisiensi*: Setiap laga sangat penting, dan kesalahan sekecil apapun dapat berdampak besar pada hasil akhir.
– *Adaptasi*: Tim harus siap beradaptasi dengan cuaca, atmosfer, dan kondisi lapangan yang berbeda.
– *Kedalaman Skuad*: Pelatih harus memastikan bahwa skuad memiliki kedalaman dan kemampuan yang cukup untuk menghadapi lawan-lawannya.
– *Dukungan Publik*: Dukungan publik dapat menjadi motivasi tambahan bagi tim untuk tampil baik dan mencapai hasil yang diinginkan.
Timnas Indonesia menghadapi situasi pelik jelang putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Persiapan skuad Garuda terbilang sangat singkat karena mayoritas pemain yang berkarier di luar negeri baru akan bergabung pada 6 Oktober 2025, sementara laga perdana sudah dijadwalkan berlangsung dua hari setelahnya.

Foto: Miliano Jonathan’s dan Mauro Zijltra. Walau dalam debutnya di FIFA MATCHDAY belum maksimal tapi bisa menjadi tandem yang baik buat Ole Romeny
Kondisi ini membuat PSSI harus memutar otak agar skuad asuhan Patrick Kluivert tetap bisa tampil maksimal. Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengakui bahwa persiapan teknis menjadi tantangan terbesar. Bahkan ia menyebut sebagian besar penggawa abroad, terutama yang bermain di Eropa, praktis hanya memiliki satu hari latihan sebelum langsung berlaga.
Sebagai gambaran, Indonesia akan memulai perjuangan dengan menghadapi Arab Saudi pada 8 Oktober, lalu berduel kontra Irak pada 11 Oktober. Kedua laga berlangsung di King Abdullah Sport City, Jeddah, yang menjadi markas Arab Saudi sebagai tuan rumah. Artinya, persiapan mepet ini terjadi di tengah situasi tandang dan penuh tekanan.
Untuk mengantisipasi masalah keterbatasan waktu, PSSI sudah meminta jajaran pelatih dan direktur teknik menyiapkan skema simulasi tanpa kehadiran penuh skuad. Langkah ini diambil agar taktik bisa lebih matang meski sesi latihan bersama sangat terbatas. Erick menilai, koordinasi teknis seperti ini menjadi kunci agar kekurangan waktu bisa ditutup dengan kesiapan strategi.
Selain persoalan kehadiran pemain, jadwal pertandingan sempat menambah masalah. Semula, laga perdana melawan Arab Saudi dijadwalkan kick-off pukul 18.00 waktu setempat. PSSI langsung melayangkan keberatan karena waktu tersebut dinilai tidak ideal bagi skuad Garuda.
Hasilnya, FIFA mengabulkan permintaan dengan menggeser pertandingan menjadi pukul 20.15 malam. Keputusan ini dianggap cukup membantu, mengingat kondisi fisik pemain bisa lebih terjaga.
F
Foto: Ole Romeny dipastikan 100%fit dari cideranya
Situasi pelik ini semakin terasa karena hanya juara grup yang akan lolos otomatis ke Piala Dunia 2026, sedangkan peringkat kedua masih harus melewati jalur play-off. Artinya, setiap pertandingan di ronde empat punya nilai yang sangat menentukan. Persiapan mepet jelas menambah beban, namun PSSI menegaskan seluruh elemen tim akan berjuang keras memaksimalkan setiap detail.
Daftar pemain abroad yang baru bisa bergabung jelang laga perdana juga bukan sembarangan. Nama-nama seperti Emil Audero dan Jay Idzes dari Serie A Italia, Calvin Verdonk di Ligue 1 Prancis, hingga Kevin Diks di Bundesliga Jerman, menjadi bagian penting kekuatan Garuda.
Selain itu, masih ada Joey Pelupessy di Belgia serta sederet pemain muda seperti Justin Hubner, Marselino Ferdinan, hingga Miliano Jonathans yang berkarier di Eropa. Tanpa mereka, timnas praktis tidak komplet hingga H-2 pertandingan.
Meski dihadapkan pada jadwal padat dan persiapan minim, PSSI menegaskan bahwa skuad Garuda tetap optimistis. Persiapan teknis yang terbatas disebut bukan alasan untuk menurunkan ambisi tampil di putaran final. Justru tekanan inilah yang ingin dijadikan energi tambahan agar Indonesia bisa bersaing dengan Arab Saudi dan Irak.














