Foto: Sajid Akram (kanan) dan Naveed Akram, ayah dan anak asal Pakistan yang jadi pelaku penembakan di Australia
Sydney OKEBALI.COM
Aksi penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney, Australia, pada 14 Desember 2025, ditetapkan oleh polisi sebagai serangan teroris yang ditargetkan.
Penyebab dan motif dari serangan tersebut adalah:
Target yang Spesifik: Serangan ini secara khusus menargetkan komunitas Yahudi yang sedang berkumpul untuk merayakan hari pertama festival Hanukkah di acara “Chanukah by the Sea”.
Motif Terorisme: Pihak kepolisian Australia menyatakan bahwa insiden ini merupakan tindakan terorisme. Perdana Menteri Australia juga mengecam keras kejadian tersebut dan menyebutnya sebagai terorisme.
Dugaan Keterkaitan ISIS: Laporan awal dari kepolisian NSW menduga bahwa kedua pelaku, yang diidentifikasi sebagai Sajid Akram dan putranya Naveed Akram, memiliki keterkaitan dengan jaringan teroris ISIS.
Pelaku: Serangan dilakukan oleh dua pria bersenjata yang merupakan ayah dan anak. Sang ayah tewas di tempat kejadian, sedangkan anaknya dilaporkan dalam kondisi kritis di rumah sakit.
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyebut serangan terburuk dalam 30 tahun terakhir di Australia itu sebagai serangan terorisme dan antisemitisme. Serangan itu mengarah kepada masyarakat Yahudi yang sedang berkumpul untuk perayaan Hanukkah.
Sebanyak 11 orang tewas dalam peristiwa penembakan di Pantai Bondi, Sydney, Australia. Sementara 29 orang luka dibawa ke rumah sakit.
Pejabat Intelijen Amerika Serikat mengungkap bahwa ke 2 pelaku berasal dari Pakistan
Penembakan pada Minggu petang tersebut, yang dinyatakan sebagai serangan teroris, tercatat sebagai penembakan paling mematikan di Australia dalam hampir tiga dekade di negara tersebut. Padahal, Australia telah memberlakukan undang-undang pengendalian senjata yang ketat.













