Breaking News
UMUM  

MOU Desa adat Renon dengan Pemerintah Prov Papua untuk menjaga Keamanan & Ketertiban di BALI.

OKEBALI.COM Denpasar 2 Desember 2022

Denpasar, Buntut kericuhan yang terjadi di Asrama Putra Papua Jl. Tukad Yeh Aya IX Nomor 52, Desa Renon-Denpasar Selatan, pada Rabu pagi 16 November 2022 antara kelompok mahasiswa Papua yang akan melakukan demo dengan membawa pamflet dan spanduk yang dihadang oleh Ormas Patriot Garuda Nusantara Bali (PGN) pimpinan Gus Yadi, masyarakat serta pihak Desa Adat Renon yang coba mengamankan daerahnya dari kericuhan demi menjaga ketertiban umum saat KTT G20 di Nusa Dua Bali.

banner 325x300

Peristiwa kericuhan tersebut berakhir sangat baik dengan Penandatangan MOU (Nota Kesepahaman) “Komitmen Bersama Menjaga Keamanan & Ketertiban Hukum Wilayah Hukum Kota Denpasar di Desa Adat Renon Terkait Asrama/Kontrakan Mahasiswa Milik Pemerintah Provinsi Papua”, yang ditanda tangani oleh Bendesa Adat (Ketua Adat) Desa Renon I Wayan Suarta dan Kabag Biro Umum Pemerintah Provinsi Papua Lazarus Satya, bertempat di Wantilan Desa Adat Renon, Jumat (2/12) siang.

Hadir pada penandatangan tersebut antara lain; Kapolsek Denpasar Selatan Kompol I Made Teja Dwi Permana beserta jajaran, Wadanramil Densel Kapten I Ketut Teken, Bendesa Madya MDA Kota Denpasar AA Ketut Sudiana, Majelis Alit Denpasar Selatan I Made Sutama, Ketua PGN Makowil Bali H. Daniar Tri Sasongko, SH, M.Hum beserta jajaran serta unsur Pemerintah Kota Denpasar lainnya.

Bendesa Adat (Ketua Adat) Desa Renon I Wayan Suarta mengucapkan terima kasih kepada Lazarus Satya dan rombongan yang mewakili Pemerintah Provinsi Papua yang datang dari jauh, khusus untuk membantu menyelesaikan masalah-masalah yang tidak pernah ada sebelumnya.

Wayan Suarta juga menyampaikan apresiasinya kepada Lazarus yang sudah menggembok Asrama Putra Papua yang merencanakan akan demo tanggal 1 Desember 2022, yang akhirnya tidak jadi demo.

“Dengan kedatangan Bapak Lazarus, kami harapkan tidak ada lagi demo-demo yang dilakukan oleh adik-adik mahasiswa Papua”, ujar Wayan Suarta.

Pada kesempatan yang sama Lazarus Satya mengucapkan terima kasih atas sambutan Wayan Suarta Bendesa Adat Desa Renon.

Lazarus juga meminta maaf atas terjadinya peristiwa kericuhan mahasiswa Papua dengan masyarakat dan Desa Adat Renon, ia juga mengharapkan tidak akan terjadi lagi kejadian sperti ini.

Lebih jauh Lazarus mengingatkan kepada seluruh mahasiswa Papua yang kuliah di Bali agar mereka serius menimba ilmu, “agar sekembalinya ke Papua bisa membangun Papua lebih baik lagi, bukan untuk demo-demo” tegas Lazarus.

Pada acara ramah tamah Ketua PGN Makowil Bali H. Daniar Tri Sasongko, SH, M.Hum beserta jajaran berbincang-bincang dengan Kabag Biro Umum Pemerintah Provinsi Papua Lazarus Satya, saling meminta maaf dan membicarakan masa depan bangsa bersama, termasuk membangun Indonesia bersama-sama dengan mahasiswa dari Papua yang sekarang sedang menimba ilmu di Bali.

Ukie/Red

Bagikan Artikel