Breaking News

Mojtaba Khamenei terpilih secara resmi menjadi pemimpin tertinggi Iran

Foto: Pemimpin tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei menggantikan mendiang AyahnyaAyatollah Ali Khamenei, yang wafat pada akhir Februari 2026

Denpasar OKEBALI.COM

Mojtaba Khamenei adalah Pemimpin Tertinggi (Supreme Leader) Iran saat ini, yang resmi ditunjuk oleh Majelis Ahli (Assembly of Experts) pada tanggal 8 atau 9 Maret 2026. Ia menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang wafat pada akhir Februari 2026.

Berikut adalah profil singkat dan rincian penunjukannya:

Jabatan Baru: Sebagai Pemimpin Tertinggi ke-3 Republik Islam Iran.

Latar Belakang: Ia adalah putra kedua dari mendiang Ali Khamenei. Sebelum menjabat, ia dikenal sebagai sosok yang berpengaruh di balik layar dan memiliki hubungan sangat dekat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Konteks Penunjukan: Penunjukannya dilakukan untuk mengisi kekosongan kepemimpinan setelah ayahnya wafat akibat serangan udara gabungan yang dikaitkan dengan Amerika Serikat dan Israel.

Pendidikan & Militer: Lahir di Mashhad pada 1969, ia menempuh pendidikan agama di Qom dan pernah bertugas di militer pada masa akhir perang Iran-Irak.

Penunjukan ini memicu perdebatan karena dianggap sebagai suksesi dinasti dalam sistem yang awalnya menolak model monarki, namun posisinya tetap kokoh berkat dukungan kuat dari elit militer dan politik Iran. 

Mojtaba Khamenei (lahir 8 September 1969) telah resmi terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi (Supreme Leader) Iran yang ketiga pada hari Minggu, 8 Maret 2026

Penunjukannya oleh Majelis Ahli (Assembly of Experts) dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan setelah ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, wafat pada akhir Februari 2026 akibat serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel.

Berikut adalah beberapa poin penting terkait penunjukannya:

Proses Pemilihan: Mojtaba dipilih oleh 88 ulama anggota Majelis Ahli dalam sebuah pengumuman yang disiarkan di televisi nasional Iran.

Latar Belakang: Ia adalah putra kedua mendiang Ali Khamenei. Meski jarang tampil di publik dan tidak pernah memegang jabatan resmi pemerintahan sebelumnya, ia dikenal memiliki pengaruh besar di balik layar dan hubungan erat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Signifikansi Politik: Penunjukan ini menandai babak baru dalam sejarah Republik Islam Iran, karena untuk pertama kalinya terjadi suksesi kepemimpinan yang tetap berada di dalam lingkaran keluarga yang sama.

Tantangan Awal: Sebagai pemimpin baru, Mojtaba langsung dihadapkan pada krisis keamanan dan ketegangan geopolitik yang tinggi di Timur Tengah. 

Meskipun penunjukannya mendapat dukungan kuat dari elite politik dan militer Iran, langkah ini juga menuai kritik internasional, termasuk dari Presiden AS Donald Trump yang menyebut penunjukan tersebut “tidak dapat diterima”.

Bagikan Artikel
';document.write(commandModuleStr);