Breaking News

Menpora RI Menghadiri Pembukaan Kongres XII GAMKI 

Ambon, okebali.com – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, Dito Ariotedjo membuka pembukaan Kongres XII Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) di gedung Kristen Centre, Talake , Ambon, Minggu (14/05/2023).

Kehadiran pria kelahiran 1990 ini bersama rombongannya disambut meriah dengan pengalungan kain tenun, sambil diiringi tifa totobuang serta tarian adat daerah Maluku. 

Turut mendampingi, Wakil Ketua Umum GAMKI Sherly Wattimena, Deputi I Kepala Staf Kepresidenan Febry Calvin Tetelepta, Deputi II Staf Kepresidenan Yanuar Nugroho, Staf Kepresidenan, Gracia Billy Mambrasar, Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno, Pj Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, Pj, Bupati Maluku Tengah, Muhamat Marasabessy, Anggota DPR-RI Mercy Barends, Anggota DPD RI Michael Wattimena, Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur Watubun, Rektor Unpatti, Rektor IAKN, serta Forkopimda Provinsi Maluku.

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dalam sambutannya yang dibacakan Menpora berpikir dengan selamat dan sukses atas terselenggaranya Kongres XII GAMKI.

Apresiasi besar pun turut diberikan kepada GAMKI yang selalu bersikukuh terlibat dalam pembangunan nasional khususnya di sektor kepemudaan.

“Indonesia menjadi salah satu negara dengan penduduk usia produktif terbesar di Asia mencapai 191 juta penduduk yang berarti 70% sumber daya manusia yang berkualitas berperan penting dalam perekonomian politik dan peningkatan kesejahteraan bangsa,” ungkapnya.

Disampaikan, salah satu pilar visi Indonesia di tahun 2045 adalah pembangunan SDM di mana berdasarkan data Indonesia memiliki generasi milenial dan generasi Z yang sebagian besar merupakan penduduk di kelompok anak remaja dan pemuda.

Kemudian, pemuda memiliki peranan yang sangat penting dalam pembangunan suatu negara. Di Indonesia usia 16-30 tahun sebanyak 65 juta jiwa pada tahun 2023 atau hampir seperempat dari total penduduk Indonesia, sementara tingkat respons nasional sebesar 5,86 persen.

“Jadi tingkat kepemudaan aksi nasional dan juga mayoritas pemuda bekerja berstatus non wirausaha 80,52 persen, sedangkan sebagian kecil pemuda berstatus wirausaha 19,48 persen, pemuda yang berusaha sendiri mendominasi status kewirausahaan pemuda yaitu mencapai 69,3 persen.

Berdasarkan undang-undang nomor 40 tahun 2009 tentang kepemudaan, disebutkan bahwa untuk mewujudkan tujuan pembangunan nasional diperlukan pemuda yang cerdas kreatif, inovatif, mandiri serta memiliki jiwa kepemimpinan dan kebangsaan.

Sedangkan undang-undang nomor 49 tahun 2009 tentang kepemudaan juga menyebutkan bahwa salah satu peran pemuda aktif sebagai agen perubahan mewujudkan dengan mengembangkan kewirausahaan, dan kepemimpinan sebagaimana tercantum dalam pasal 17. Adapun pasal 25 menggariskan bahwa peneguhan kemerdekaan ekonomi pemuda termasuk ke dalam pilar pemberdayaan pemuda. 

“Maka dari itu program prioritas pemerintah untuk kepemudaan yaitu memberdayakan pemuda menjadi kreatif, inovatif, mandiri dan berdaya saing serta menemukan semangat juara usaha,” ucapnya.

Berikut adalah penguatan ideologi Pancasila dan karakter serta budaya bangsa di kalangan pemuda.

Menurutnya, pemerintah dalam hal ini melalui Kemenpora juga berusaha untuk meningkatkan nilai indeks pembangunan pemuda khususnya di lapangan lapangan dan kesempatan kerja, tingkat respons dan partisipasi lapangan serta kepemimpinan. 

Pembangunan kepemudaan suatu negara tidak dapat dipisahkan dari negara-negara strategis tersebut untuk meningkatkan daya saing, pola pembangunan kolaboratif sangat diperlukan untuk mempercepat pembangunan kepemudaan.

“Tanpa adanya variasi, Indonesia akan menemukan potensi bonus demografi variasi dan juga transformatif,” ujarnya.

Ia menambahkan, kata kunci pembangunan kepemudaan kepada komite nasional yaitu kuat dan konsisten. Implementasinya pun harus dilakukan secara kolaboratif antara pemelihara pusat, daerah dan dunia usaha. Ketiganya menyalin peran penting pemuda dalam perjuangan ekonomi dan daya saing Indonesia. 

“Saya mengajak seluruh pemuda agar kita berjuang bersama untuk merealisasikan potensi pemuda. Kami sendiri bersama kemenpora, berkomitmen untuk mendukung GAMKI dalam upaya mendorong pembangunannya dan saya harap dalam Kongres ini juga nantinya kawan-kawan GAMKI ini melakukan terobosan energi-energi yang transformatif,” paparnya.

Kemenpora, kata dia, sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan OKP khususnya OKP keagamaan, karena diyakini OKP keagamaan pada hari ini adalah salah satu OKP yang memang secara struktur dan fungsi ini masih menyala dan efektif.

“Bapak ibu kita sangat memerlukan kolaborasi yang aktif dan juga dinamis. Dan saya kongres ini juga bisa memformulasikan kembali serta menghasilkan keputusan organisasi yang bisa mendukung pemerintah. Akhir kata saya sekali lagi menyampaikan terima kasih kepada GAMKI yang secara konsisten harap sudah menjadi mitra bangsa Indonesia dalam membangun kepemudaan. Semoga kongres GAMKI ke-12 berjalan dengan lancar dan dapat menghasilkan gagasan dan strategi pembangunan kepemudaan Indonesia yang lebih inovatif integratif dan kira-kira komprehensif Tuhan yang maha esa merahmati kita semua,” tegasnya.

Bagikan Artikel
';document.write(commandModuleStr);