Breaking News
BUDAYA  

Mengapa setiap Lebaran selalu ada tradisi Ketupat Lebaran?

OKEBALI.COM Menjelang lebaran, salah satu hal yang pasti selalu disiapkan adalah ketupat. Penganan unik yang satu ini seolah sangat erat kaitannya dengan lebaran ya. Tapi, tahukah kamu gimana sejarahnya ketupat bisa jadi makanan khas lebaran? Yuk kita kenalan dulu sebelum bersiap menenggelamkannya ke kuah opor!

Sejarah Ketupat

Menurut Hermanus Johannes de Graaf, seorang sejarawan Belanda yang mengkhususkan diri menulis sejarah Jawa, dalam karya tulisnya Malay Annual, ketupat yang terbuat dari beras yang dibungkus anyaman daun kelapa muda itu pertama kali muncul di Tanah Jawa sejak abad ke-15, pada masa pemerintahan Kerajaan Demak.
Oh iya, sudah tahu dong sejarah mengenai Kerajaan Demak? Wah, kalau belum tahu, coba deh langganan fitur ruangbelajar. Kamu akan belajar sejarah dengan video animasi yang menarik dan tentunya bisa banyak menambah wawasanmu.

Jadi kala itu, adalah Sunan Kalijaga yang memperkenalkan ketupat pertama kali dalam rangka untuk berdakwah menyebarkan agama Islam ke Tanah Jawa yang notabene “sulit di-Islamkan” karena masyarakat Jawa sudah punya sistem kepercayaan sendiri yang dikenal sebagai Kejawen.
Dalam menyebarkan agama Islam, Sunan Kalijaga menggunakan pendekatan budaya. Ketupat merupakan salah satunya yang dipilih karena dianggap bisa dekat dengan kebudayaan masyarakat Jawa saat itu.
Berkat ketupat, penyebaran agama Islam pun akhirnya bisa diterima luas, banyak yang pada akhirnya memeluk agama Islam.

Makna Ketupat

Nah, filosofi dan makna ketupat sendiri begitu dalam lho.
Mulai dari penggunaan daun kelapa muda sebagai bungkusnya saja sudah menggetarkan hati. Ya gimana nggak, daun kelapa muda yang dalam bahasa Jawa disebut juga sebagai janur merupakan akronim dari “Jannah Nur” atau “Cahaya Surga”.

Secara keseluruhan, makna ketupat adalah nafsu dunia yang dibungkus dengan hati nurani.
Wah, berat juga maknanya ya! Sejak disebarkan oleh Sunan Kalijaga, tradisi membuat ketupat saat lebaran pun terus dilakukan hingga saat ini. Bahkan nggak hanya masyarakat Jawa saja yang membuat ketupat, tetapi juga masyarakat di luar Jawa.
Itu dia sejarah dan makna ketupat sampai akhirnya bisa menjadi makanan khas ketika lebaran di Indonesia. Sudah siap makan ketupat berapa ikat nih di lebaran kali ini?

SELAMAT BERBAHAGIA di Hari Raya IDUL FITRI 1syawal 1444H bersama Keluarga dan nikmati Opor Ketupatmu. Pasti sedap banget. (ukie)

Bagikan Artikel
';document.write(commandModuleStr);
Exit mobile version