Breaking News
UMUM  

Di Bahrain dan Arab Saudi tidak ada konvoi dan gema takbir di jalan dan terasa sepi saat malam Idul Fitri 2024.

Di Mesjid besar inilah masyarakat Bahrain melaksanakan Shalat Ied dan Masjid ini penuh sampai meluber ke luar halaman Mesjid,setelah selesai mereka pulang kerumah masing2

Denpasar OKEBALI.COM– Tak pernah tebersit dalam benak bahwa saya akan rindu kebisingan dan hiruk-pikuk jalanan di Indonesia saat tinggal di luar negeri, tepatnya di Arab Saudi dan Bahrain.
Hiruk pikuk itu pun saya rindukan ketika momen Idulfitri datang. Tahun ini, saya kembali merayakan hari kemenangan di negara perantauan ini tempat saya mengabdi sebagai pegawai hotel ternama di Bahrain sejak beberapa tahun terakhir tutur salah seorang putri kami yang mengikuti suami bertugas disana (Bahrain juga saat di Qatar).

Suasana lebaran di Bahrain, tempat saya tinggal, jauh berbeda dengan di Indonesia. Saat Idulfitri, masyarakat Bahrain hanya akan melaksanakan salat Id berjemaah di Masjid lalu berbondong-bondong kembali ke rumah.
Warga Indonesia di Arab Saudi dan Bahrain melangsungkan salat di rumah masing-masing dan berlebaran dengan anggota keluarga inti. Dan sebagian besar yang tidak mudik cukup video call dengan keluarganya di lain kota

Masyarakat Bahrain tidak menjadikan tradisi Mudik di Hari Raya Idul Fitri,walau ada sebagian kecil yang mudik menjumpai keluarga mereka untuk silaturahmi dan melepas rindu. Tentunya hal nya ini sangat berbeda jauh dengan di Indonesia karena sejak H-6 antrian kendaraan mobil dan motor bisa antri sampai 10 jam bahkan lebih dipelabuhan Penyeberangan yang tentunya membuat kemacetan luar biasa di jalan raya dan tol.

Juga mall dan pasar kebutuhan pokok tidak ada yang menggelar diskon besar b esaran dan tidak ada pasar kebutuhan pokok yang harganya melonjak tajam,seakan semua berjalan normal. Hanya di Masjid ada suara takbir jemaah dan itupun tidak heboh seperti di Indonesia.

Juga di Bahrain tidak ada masakan khusus Lebaran seperti di Indonesia yang selalu sibuk persiapan masak sehari sebelumnya seperti Opor Ayam,ketupat,rendang,bakso dlsb. Di Bahrain hampir setiap hari mereka makan besar seperti nasi kebuli Kambing,Daging onta panggang dan itu dilakukan setiap Minggu saat meeting,kumpul dengan rekan bisnis,pesta perkawinan dlsb. Jadi terkadang kami yang merantau bekerja disini kadang rindu akan kehebohan mudik ,saling silaturahmi dengan keluarga,kolega dan sahabat saat sekolah. Rame2 menyantap hidangan khas lebaran dan yang paling saya rindukan adalah ketupat opor dan gule kambing. Kadang saat malam takbiran ikut mengumandangkan takbir bersama teman2 sekampung menggunakan speaker sebagai bentuk bersyukur karena telah melewati 1 bulan berpuasa.

Tulisan ini diceritakan oleh Sang putri Nathasia Christi yang mengikuti tugas suaminya di Bahrain

Bagikan Artikel
';document.write(commandModuleStr);