Foto :Hujian deras disertai Angin sangat kencang harap diwaspadai karena Puting beliung 22/1 2026 kemarin terjadi tengah malam di Denpasar.
Denpasar OKEBALI.COM
BMKG secara resmi mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem yang melanda wilayah Bali pada periode 21 hingga 27 Januari 2026. Kondisi cuaca yang sulit diprediksi secara lokal ini dipicu oleh aktivitas Monsun Asia, pembentukan pola pertemuan angin (konvergensi) di atas Bali, serta keberadaan Bibit Siklon Tropis 97S di Samudra Hindia.
Poin-poin utama imbauan BMKG untuk warga Bali:
Fenomena Cuaca: Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Wilayah Level Siaga: BMKG menetapkan status Siaga untuk beberapa wilayah, termasuk Tabanan, Badung, Gianyar, Klungkung, dan seluruh Kota Denpasar.
Risiko Bencana: Masyarakat diimbau mewaspadai dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, serta angin puting beliung yang dilaporkan sempat terjadi di Jembrana dan Denpasar.
Kondisi Laut: Terdapat peringatan gelombang tinggi mencapai 2,5 hingga 4 meter di Selat Bali, Selat Lombok, dan Samudra Hindia bagian selatan, yang berisiko bagi aktivitas pelayaran.
Warga disarankan untuk membatasi aktivitas di luar ruangan selama hujan lebat dan angin kencang, serta selalu memantau perkembangan cuaca secara real-time melalui Aplikasi infoBMKG atau laman resmi BMKG Wilayah III Denpasar
Pada Kamis, 22 Januari 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca yang mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi hujan lebat.
Hujan lebat diperkirakan terjadi di beberapa wilayah Indonesia, khususnya Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Potensi hujan ekstrem ini disebabkan oleh sejumlah faktor atmosfer, termasuk bibit siklon tropis yang terpantau di perairan Indonesia.
BMKG menjelaskan bahwa fenomena atmosfer yang sedang terjadi sangat berpengaruh terhadap cuaca di Indonesia, termasuk adanya bibit siklon tropis 97S di Samudra Hindia selatan Laut Sawu.

Foto: Banyaknya pohon besar di Denpasar dan sekitarnya berpotensi banyak pohon tumbang, warga Denpasar diharap waspada saat beraktifitas diluar terutama saat cuaca buruk
Bibit siklon ini diprediksi akan berkembang dalam 48–72 jam ke depan, berpotensi menjadi siklon tropis dengan intensitas rendah hingga sedang. Perkembangan ini akan menyebabkan peningkatan kecepatan angin lebih dari 25 knot dan berpotensi membentuk daerah konvergensi yang akan memperburuk hujan di wilayah Nusa Tenggara Timur.
BMKG memberikan peringatan dini terkait potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang berpotensi menyebabkan gangguan aktivitas dan transportasi, serta bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor. Wilayah-wilayah yang diminta untuk meningkatkan kewaspadaan meliputi:
Lampung
Banten
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
Nusa Tenggara Barat (NTB)
Nusa Tenggara Timur (NTT)
Hujan dengan intensitas tinggi yang diperkirakan akan mengguyur kawasan-kawasan tersebut memiliki potensi untuk menimbulkan dampak buruk terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat, seperti banjir, genangan air, serta tanah longsor
Sebagai langkah antisipasi, masyarakat disarankan untuk menyesuaikan aktivitas luar ruang dengan kondisi cuaca yang ada dan mempersiapkan diri menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Waspada terhadap dampak dari hujan lebat dan potensi bencana alam lainnya menjadi langkah penting untuk menjaga keselamatan.
Gubernur DKI JAKARTA Pramono Anung bahkan menghimbau warganya untuk WFH (Work From Home) karena intensitas hujan yang cukup tinggi di DKI mencegah kemacetan hebat karena banjir dibeberapa Daerah Jabotabek mencapai ketinggian 40-50 cm.













