Foto :-Airbus A400M adalah pesawat angkut militer yang canggih dan akan memperkuat TNI Angkatan Udara Indonesia.
Jakarta OKEBALI.COM Pesawat A400M yang dipesan oleh TNI AU memiliki beberapa kelebihan, antara lain:
– *Kapasitas Angkut Besar*: Pesawat A400M mampu mengangkut muatan hingga 30 ton, termasuk helikopter dan kendaraan militer, sejauh 2.400 mil laut.
– *Operasional di Landasan Tidak Beraspal: A400M dapat beroperasi di landasan yang tidak beraspal, sehingga andal dalam mendukung misi tanggap bencana.
– Pengisian Bahan Bakar di Udara: A400M berfungsi sebagai platform pengisian bahan bakar di udara yang kompatibel dengan berbagai jenis pesawat, mendukung keberlangsungan operasi di udara.
– mendukung misi strategis dan Taktis: Kehadiran pesawat A400M akan meningkatkan fleksibilitas operasional TNI AU secara signifikan, mendukung berbagai misi strategis dan taktis, bantuan kemanusiaan, evakuasi medis.
– Pengiriman ke Indonesia: Pesawat A400M pertama yang dipesan oleh TNI AU dijadwalkan tiba di Indonesia pada akhir tahun 2025.( Diperkirakan November 2025)

Foto : kemampuan angkut hingga 30 ton (helikopter,dan kendaraan militer sejauh 2400 mil laut dan bisa beroperasi dilandasan tidak beraspal
Dengan kemampuan dan kelebihan tersebut, pesawat A400M diharapkan dapat memperkuat armada TNI AU dan meningkatkan kemampuan operasionalnya dalam menjalankan misi-misi penting
Pesawat A400M Pesanan Indonesia Masuki Tahap Perakitan Akhir di Sevilla
Pesawat Airbus A400M pertama pesanan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI untuk TNI Angkatan Udara telah memasuki lini perakitan akhir (final assembly line) (FAL) di pabrikan Airbus, Sevilla, Spanyol. Pencapaian tersebut merupakan langkah besar dalam proses produksi pesawat angkut multiperan ini, yang dijadwalkan akan tiba di Indonesia pada akhir tahun 2025.
Pada fase perakitan beberapa tahap produksi telah dirampungkan. Termasuk penyambungan horizontal tail plane (HTP) dengan vertical tail plane (VTP) serta pemasangan sayap ke badan pesawat.
Pesawat dengan nomor produksi MSN148 ini selanjutnya menjalani pemasangan mesin dan perangkat lunak. Diikuti oleh serangkaian uji coba fungsional, sebelum mesinnya dinyalakan untuk pertama kali
Selain itu, pesawat A400M kedua untuk Indonesia, MSN150 kini juga sedang dalam produksi. Pesawat produksi kedua segera menyusul ke tahap perakitan akhir. Selain itu, pesawat A400M kedua untuk Indonesia, MSN150 kini juga sedang dalam produksi. Pesawat produksi kedua segera menyusul ke tahap perakitan akhir. Kedua unit A400M tersebut dipesan oleh Kemenhan RI pada 2021. Kehadiran pesawat A400M akan meningkatkan fleksibilitas operasional TNI Angkatan Udara secara signifikan, mendukung berbagai misi strategis dan taktis, bantuan kemanusiaan, evakuasi medis, serta misi pengisian bahan bakar di udara.
Pesawat A400M mampu mengangkut muatan hingga 30 ton, termasuk helikopter dan kendaraan militer, sejauh 2.400 mil laut. Pesawat angkut juga dapat beroperasi di landasan yang tidak beraspal, sehingga andal dalam mendukung misi tanggap bencana.
Selain itu, A400M juga berfungsi sebagai platform pengisian bahan bakar di udara yang kompatibel dengan berbagai jenis pesawat, mendukung keberlangsungan operasi di udara. Sebelumnya, TNI AU sudah diperkuat lima Super Hercules yang menggantikan pesawat Hercules seri lama untuk memperkuat armada pengangkutan













