Foto:Jln Gunung Salak dan Dewi Sri menjadi langganan banjir di Denpasar dan Badung
Denpasar OKEBALI.COM
Banjir besar melanda Bali akibat hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu (14/12/2025), menyebabkan sungai meluap dan merendam permukiman warga hingga kawasan wisata. Seorang warga negara asing (WNA) dilaporkan meninggal dunia setelah terseret arus banjir di Kabupaten Badung.
Masyarakat diimbau untuk waspada dan memantau cuaca di laman BMKG, terutama saat libur Nataru ini. Polda Bali juga mengingatkan masyarakat yang berlibur lewat darat untuk berhati-hati di cuaca ekstrem saat ini.
Dampak Banjir:
– _Korban Jiwa_: 1 WNA meninggal dunia
– _Evakuasi_: Ratusan orang dievakuasi dari lokasi terdampak
– _Kerusakan_: Rumah warga, fasilitas umum, dan akses jalan terendam
Peringatan BMKG:
– Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan
– Masyarakat diimbau untuk menghindari daerah rawan banjir dan aliran sungai
Tetap waspada dan jaga keselamatan diri!
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geoefisika (BMKG) menyebut pada pekan kedua Desember 2025 akan ada sejumlah fenomena atmosfer yang memicu cuaca ekstrem hingga hujan dengan intensitas sangat tinggi di sejumlah wilayah Indonesia.
Bahkan, menurut BMKG, pada 28 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026, hampir seluruh wilayah Pulau Jawa, Bali, NTT, NTB, hingga sebagian Sulawesi Selatan dan Papua Selatan berpotensi mengalami hujan tinggi hingga sangat tinggi (300-500 mm per bulan).

Foto : jln Gn Tangkuban perahu, Perum Buana Permai,jln Subur terendam banjir karena hujan yang turun dengan intensitas tinggi
Pemicu Cuaca Ekstrem
Melansir bmkg.go.id, memasuki periode minggu kedua bulan Desember hingga awal Januari, BMKG memprakirakan peningkatan signifikan aktivitas cuaca di wilayah Indonesia.
Salah satu faktor utama yang menjadi sorotan adalah mulai aktifnya Monsun Asia, yakni angin musiman yang membawa massa udara lembap dari wilayah Asia menuju selatan khatulistiwa.
Aktivasi monsun ini berperan penting dalam meningkatkan intensitas curah hujan, terutama di wilayah barat dan tengah Indonesia.
Selain itu, fenomena atmosfer berskala global seperti Madden Julian Oscillation (MJO) diperkirakan turut aktif dalam periode ini.
MJO merupakan gelombang besar di atmosfer tropis yang membawa area konvektif basah dan kering, bergerak dari barat ke timur.
Aktivitas MJO ini, yang disertai dengan kemunculan gelombang Kelvin dan Rossby Equator, dapat memicu peningkatan awan hujan secara drastis, sehingga memicu potensi hujan lebat hingga ekstrem di beberapa wilayah.
Sekali lagi untuk masyarakat yang ingin menikmati liburan Nataru baik dari Jawa ke Bali atau sebaliknya harap sangat hati-hati dan waspada karena cuaca ekstrim akan sangat menggangu keselamatan dan kenyamanan anda bersama keluarga.













