Denpasar OKEBALI.COM
FIFA secara resmi menerapkan aturan HYDRATION BREAK (jeda hidrasi) wajib selama tiga menit di setiap babak untuk seluruh 104 pertandingan Piala Dunia 2026 guna mengantisipasi gelombang panas ekstrem (heat dome) yang melanda Amerika Serikat dan wilayah sekitarnya. Langkah krusial ini diambil demi menjaga keselamatan para pemain dari ancaman dehidrasi, kelelahan fisik, hingga risiko fatal seperti heat stroke akibat suhu yang meroket hingga 40–46 derajat Celsius di beberapa kota tuan rumah.
Berikut adalah detail regulasi dan dampak dari kebijakan jeda pendinginan tersebut:Aturan Teknis Hydration BreakWaktu Pelaksanaan: Jeda minum resmi dilakukan pada pertengahan babak, tepatnya di sekitar menit ke-22 dan menit ke-67 di setiap laga.

Caps : Musuh tak terlihat selama Piala Dunia 2026 adalah suhu panas ekstrim
Durasi Istirahat: Setiap sesi pendinginan berlangsung selama 3 menit penuh.
Kompensasi Waktu: Seluruh waktu yang terpakai selama jeda ini akan diakumulasikan dan ditambahkan oleh wasit ke dalam masa injury time (tambahan waktu) di akhir babak.
Kewajiban Mutlak: Kebijakan ini bersifat wajib di semua stadion. FIFA menerapkan aturan ini secara merata bahkan di stadion tertutup yang memiliki fasilitas pendingin udara (air conditioning) demi menjaga kesetaraan kondisi bagi semua tim.
Caps : Hydration Break yang diterapkan FIFA sangat penting agar para pemain tetap segar karena Heat wave telah meluas sampai ke Amerika
Dampak dan Respons di Turnamen Pro dan Kontra: Kebijakan ini menuai reaksi beragam. Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, dan kapten Belanda, Virgil van Dijk, sempat melayangkan kritik karena menilai jeda ini mengganggu ritme permainan dan memicu jeda iklan di televisi. Namun, para tim medis, termasuk dokter tim nasional AS, mendukung penuh langkah ini demi proteksi kesehatan pemain.
Fasilitas Tambahan: Selain jeda minum, FIFA dan panitia lokal menyediakan fasilitas mitigasi lain seperti bangku cadangan ber-AC, pasokan handuk dingin, minuman elektrolit melimpah, hingga stasiun medis khusus untuk menangani penyakit akibat cuaca panas.
Klarifikasi FIFA: Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan bahwa aturan ini murni demi alasan keselamatan olahraga dan performa atlet, sekaligus membantah tuduhan bahwa jeda tersebut sengaja dibuat untuk mencari keuntungan komersial tambahan.














