Caps: Alfredo Vera pelatih Madura united (kiri)Tegaskan sebelum laga dimulai Madura United Siap Hajar Bali United demi Jauhi Zona Degradasi Liga 1
Denpasar OKEBALI.COM
Bali United harus mengakui keunggulan tuan rumah Madura United dengan skor 0-2 pada laga pekan ke-31 Super League 2025/2026 yang berlangsung sore tadi, Selasa, 5 Mei 2026.
Berikut ringkasan singkat jalannya pertandingan di Stadion Gelora Bangkalan:Gol Cepat: Madura United langsung unggul cepat pada menit ke-6 melalui gol Iran Junior.Penalti Penentu: Kemenangan Laskar Sape Kerrab dikunci oleh gol penalti Júnior Brandão pada menit ke-76.Posisi Klasemen: Dengan hasil ini, Madura United berhasil merangkak naik ke posisi 14 dengan 32 poin untuk menjauhi zona degradasi. Sementara itu, bagi Serdadu Tridatu, ini merupakan kekalahan perdana setelah sebelumnya mencatatkan tiga kemenangan beruntun.
Hasil menyusul pertandingan lainnya hari ini menunjukkan Borneo FC yang dijadwalkan menjamu Persita Tangerang pada pukul 19.00 WIB.
Penalti Gagal yang Mengubah Arah Laga
Memasuki babak kedua, Bali United mendapat peluang emas untuk menyamakan kedudukan. Wasit menunjuk titik putih pada menit ke-54. Sayangnya, eksekusi dari Júnior Brandão gagal berbuah gol.
Momen ini menjadi titik balik penting. Alih-alih menyamakan skor, Bali United justru kehilangan momentum, sementara Madura United semakin percaya diri mempertahankan keunggulan.
Brandão Menebus Kesalahan
Drama belum usai. Pada menit ke-76, Madura United kembali mendapatkan penalti. Kali ini, Brandão yang sebelumnya gagal, tampil sebagai algojo.
Dengan tenang, ia menuntaskan tugasnya dan menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Gol ini praktis mengunci kemenangan tuan rumah sekaligus menjadi momen penebusan bagi sang striker.
Kemenangan ini menjadi suntikan moral besar bagi Madura United dalam persaingan papan atas Liga 1. Tiga poin krusial ini menjaga asa mereka untuk tetap bersaing di jalur juara atau setidaknya mengamankan posisi strategis di klasemen akhir.
Sebaliknya, Bali United harus segera berbenah. Kekalahan ini menjadi alarm serius, terutama dalam hal penyelesaian akhir dan konsistensi performa di fase krusial musim.













