Caps: Elpiji non subsidi meroket tajam
Denpasar OKEBALI.COM
PT Pertamina Patra Niaga secara resmi menaikkan harga Elpiji non-subsidi (Bright Gas) mulai 18 April 2026. Kenaikan ini cukup signifikan, yakni sekitar 18-19% dibandingkan harga sebelumnya.
Berikut rincian kenaikan harga rata-rata di tingkat agen (untuk wilayah Jawa dan Bali):
Bright Gas 5,5 kg: Naik menjadi Rp107.000 per tabung (sebelumnya Rp90.000).
Bright Gas 12 kg: Naik menjadi Rp228.000 per tabung (sebelumnya Rp192.000).

Caps : Pemerintah memastikan stock Elpiji subsidi aman dan tak ada kenaikan
Faktor dan Dampak Kenaikan:
1. Harga Pasar Global: Menteri ESDM menyebutkan bahwa penyesuaian ini mengikuti tren harga pasar internasional.
2. Variasi Wilayah: Harga berbeda-beda di tiap daerah karena faktor biaya distribusi. Misalnya, di wilayah Indonesia Timur (Maluku dan Papua), harga Bright Gas 12 kg bisa mencapai Rp285.000.
3. Kekhawatiran Migrasi: Lonjakan tajam ini memicu kekhawatiran masyarakat akan terjadinya migrasi besar-besaran pengguna non-subsidi ke Elpiji subsidi 3 kg (melon).

Caps; BBM non subsidi juga naik per tgl 18 April 2026
BBM Non-Subsidi (Berlaku mulai 18 April 2026)
Beberapa jenis BBM mengalami kenaikan harga yang cukup tajam di berbagai wilayah:
kenaikan harga yang cukup tajam di berbagai wilayah:
Pertamax Turbo: Naik dari Rp13.100 menjadi Rp19.400 per liter.
Dexlite: Naik dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter.
Pertamina Dex: Naik dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter.
Catatan: Harga Pertamax dan Pertamax Green 95 dilaporkan tidak mengalami perubahan pada penyesuaian kali ini.













