Denpasar OKEBALI.COM
Abu vulkanik Gunung Semeru dapat berdampak serius pada penerbangan, terutama jika sebarannya mencapai jalur penerbangan atau bandara terdekat. Partikel abu vulkanik sangat berbahaya bagi pesawat, meskipun dalam kasus erupsi Semeru terkini (November 2025), operasional penerbangan di bandara sekitar umumnya tidak terganggu karena tidak ada paparan abu yang signifikan di wilayah tersebut.
Dampak Potensial Abu Vulkanik pada Penerbangan
Meskipun dalam beberapa kejadian abu Semeru tidak mengganggu penerbangan secara langsung, secara umum abu vulkanik menimbulkan beberapa bahaya kritis:
Kerusakan Mesin Pesawat: Bahaya terbesar adalah partikel silika (seperti pasir atau kuarsa) dalam abu vulkanik. Di dalam mesin jet yang panas, partikel ini dapat meleleh dan membentuk massa keramik yang menempel pada bilah turbin, nosel bahan bakar, dan ruang bakar, menyebabkan kerusakan parah atau bahkan kegagalan total mesin (mati mendadak).
Pengurangan Visibilitas: Awan abu yang tebal dapat secara signifikan mengurangi jarak pandang pilot, menyulitkan navigasi dan pendaratan yang aman.
Kerusakan Struktur dan Komponen Lainnya:
Erosi: Sifat abrasif abu dapat menyebabkan erosi (pengausan) pada badan pesawat, kaca depan kokpit, dan komponen eksternal lainnya.

Caps : erupsi gunung Semeru yang menyemburkan abu vulkanik cukup dahsyat pada hari Rabu 19/11 lalu
Penyumbatan Sensor: Abu dapat menyumbat probe elektronik Pitot dan sensor lainnya yang penting untuk navigasi dan data penerbangan, menyebabkan pembacaan instrumen yang salah.
Kontaminasi Sistem: Abu dapat mencemari sistem bahan bakar dan sistem pendingin udara.
Respons Penerbangan
Otoritas penerbangan, seperti Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan AirNav Indonesia, memantau sebaran abu vulkanik dengan cermat melalui instrumen seperti paper test di bandara dan data satelit.
Penerbitan ASHTAM: Ketika terdeteksi adanya potensi bahaya abu, AirNav akan menerbitkan ASHTAM (Aviation Significant Hazard from Volcanic Ash Message), sebuah pemberitahuan khusus kepada pilot dan maskapai tentang lokasi dan ketinggian awan abu.
Penutupan Wilayah Udara: Jika konsentrasi abu vulkanik dinilai berbahaya, wilayah udara yang terdampak akan ditutup dan rute penerbangan dialihkan atau dibatalkan untuk menjamin keselamatan penumpang dan kru.
Secara ringkas, bahaya dari abu vulkanik sangat nyata dan dapat menyebabkan konsekuensi fatal pada penerbangan, sehingga kewaspadaan dan penanganan yang tepat sangat penting.













