Denpasar OKEBALI.COM – Insiden kembali terjadi di sepakbola Indonesia. Kejadian selepas Arema FC dibenamkan Persik Kediri menjadi yang terbaru.
Sedikitnya ada lima insiden yang terjadi di Liga Indonesia hingga bulan kelima tahun ini. Tindakan tegas PSSI lewat Komisi Disiplin harus segera dilakukan guna mendapat efek jera dari suporter.
Persela Lamongan sudah mendapat hukuman dengan menggelar tanpa penonton selama semusim di Liga 2 musim depan. Sementara PPSM Magelang yang berlaga di Liga 4 juga didiskualifikasi dari kompetisi kerusuhan suporter.
Larangan suporter away masih akan diterapkan dengan masih adanya kericuhan yang terjadi di Liga Indonesia. Agar ada efek jera, apa sudah semestinya hukuman pengurangan poin diterapkan di Indonesia?
Arema FC Vs Persik Kediri – Liga 1
Arema FC dibantai Persik Kediri dalam laga lanjutan Liga 1, Minggu (11/5). Singo Edan tumbang 0-3 dari Macan Putih dalam pertandingan pertama kembali stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.

Selepas pertandingan, bus Persik dilempari oleh suporter. Kaca bus Persik pecah, pelatih dan asisten mereka terluka.
Arema FC sudah meminta maaf atas insiden itu, tapi insiden ini seakan menjadi bukti bahwa pendukung Arema FC tak belajar dari Tragedi Kanjuruhan pada 2022. Tepatnya pada 1 Oktober, 135 orang pendukung Arema FC meninggal di stadion.
Kerusuhan ini mendapat perhatian khusus dari Erick Thohir dan Kondisi PSSI. Jangan sampai kerusuhan ini terus berulang ,apalagi sampai ada korban. Menurut Ketum PSSI Erick Thohir ” bukan hanya pemain dan wasit yang dituntut Profesional dan sportif ,tapi para fans dan supporter juga harus sportif dan dewasa ” ujarnya. Dalam suatu pertandingan pasti ada yang menang dan kalah,dan bila tim kesayangannya kalah harus legowo dan sportif” tambah Ketum PSSI. Jangan sampai kerusuhan
Komdis PSSI segera lakukan tindakan tegas untuk memberikan efek jera. “Jangan sampai supporter Indonesia yang sudah dapat penilaian positif dari FIFA dan Dunia. Tercoreng lagi karena ulah suporter yang buruk













