Denpasar OKEBALI.COM
Antibiotik untuk batuk diberikan pada batuk yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Obat jenis ini tidak boleh diminum sembarangan dan harus berdasarkan resep dokter. Pasalnya, penggunaan yang tidak benar bisa menyebabkan bakteri kebal terhadap antibiotik.
Konsumsi Antibiotik untuk Batuk dengan Tepat
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa penyebab batuk yang Anda alami adalah akibat infeksi bakteri, biasanya dokter akan memberikan antibiotik untuk batuk yang paling sesuai dengan kondisi Anda.

Banyak obat flu baik tablet/capsul/Syrup untuk mengatasi flu namun perlu konsultasi ke dokter untuk memastikan terapi yang tepat
Antibiotik memiliki fungsi utama membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri. Antibiotik untuk batuk umumnya dikonsumsi selama kurang lebih 1 minggu. Namun, pada jenis obat dan kondisi tertentu, antibiotik bisa saja dikonsumsi selama kurun waktu yang lebih singkat atau lebih panjang.
Selain antibiotik, dokter mungkin juga akan memberikan tambahan obat batuk sesuai jenis batuk yang Anda derita. Untuk batuk berdahak, dokter akan memberikan obat yang dapat mempermudah keluarnya dahak (ekspektoran). Sementara untuk batuk kering, dokter dapat meresepkan obat untuk menekan munculnya batuk (antitusif).
Konsumsi obat antibiotik yang tidak diperlukan dapat memicu kekebalan bakteri. Akibatnya, penggunaan antibiotik di kemudian hari tidak efektif lagi untuk melawan bakteri tersebut.
Di samping itu, antibiotik dapat menimbulkan efek samping serta reaksi negatif saat digunakan bersamaan dengan obat-obatan lainnya. Berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin ditimbulkan akibat konsumsi antibiotik:
Tidak nafsu makan
Perut kembung, mual, dan muntah
Perut terasa nyeri dan diare
Reaksi alergi, seperti sesak napas, mengi, atau ruam di kulit
Cara Sederhana Mengobati Batuk di Rumah
Selain menggunakan obat-obatan, batuk juga bisa diatasi dengan pengobatan di rumah, yaitu:
Mengonsumsi air putih yang cukup
Berkumur dengan air garam secara berkala
Menghindari paparan debu atau asap penyebab iritasi tenggorokan
Tidur dengan bantal tambahan agar posisi kepala lebih tinggi
Mengonsumsi teh yang telah ditambahi dengan madu dan jahe untuk melegakan tenggorokan

Mengonsumsi antibiotik untuk batuk harus sesuai dengan anjuran dokter. Pasalnya, penggunaan yang tidak benar bisa menyebabkan bakteri kebal terhadap antibiotik.
Batuk yang berlangsung lebih dari 2 minggu tidak boleh dianggap sepele dan sebaiknya diperiksakan ke dokter. Telebih bila batuk yang Anda derita disertai dengan demam, sesak napas, sakit kepala, nyeri dada, dan batuk berdarah.
Mengonsumsi antibiotik untuk batuk harus sesuai dengan anjuran dokter. Pastikan untuk mengonsumsi antibiotik sampai habis guna mencegah terjadinya infeksi berulang yang berpotensi menyebabkan keluhan lebih parah dari kondisi awal.
Referensi:
CDC. Diakses pada 2021. Flu (Influenza).
WebMD. Diakses pada 2021. Flu Treatment With Antibiotics.
Queensland Government. Diakses pada 2021. Why antibiotics can’t be used to treat your cold or flu.



