OKEBALI.COMHari minggu 26 Februari 2023 team Prog.world menuju ke Karangasem tepatnya ke Taman Ujung Soekasada, sebuah Master Piece karya mendiang Raja Karangasem Anak Agung Agung Anglurah Ketut Karangasem. Tempat ini sengaja di pilih oleh Prince Ade karang untuk lokasi shooting video klip terbarunya berjudul: Dragonfly, Mengapa tempat ini di jadikan lokasi shooting ? Karena arsitektur nya merupakan sinkretisme budaya Bali, Eropa khususnya Belanda dan China. Dan juga Taman Ujung Soekasada merupakan salah satu maskot kabupaten Karangasem sebagai destinasi wisata Bali Timur.selain itu fenomena alam yang asri tersajikan begitu indahnya dimana pantai biru tampak seolah-olah melambaikan keramahan nya kepada pengunjung. Di sebelah barat laut tampak gunung Agung yang megah dan diseberang nya tampak pula gunung kembar Lempuyang yang penuh daya tarik & pesona yang memanjakan mata melihat.

Video klip ini di shoot oleh Aldi Fajar,putra kedua Faradilla Sandy (bintang cilik film “Ratapan anak tiri”di era 1970an).mulai dari lokasi balai kapal (seperti benteng pengintai) hingga ke istana air tempat peristirahatan sang Raja, dan dari berbagai sudut angle di shoot oleh Aldi seorang cinematographer muda berbakat.
Disini tampak perpaduan seni alam dan seniman seperti seni ukir bangunan, arsitektur dan penataan taman berpadu dalam estetika nya masing-masing.
Dan yang menarik lagi disaat Prince Ade karang menarikan jemari nya di atas guitar blueberry karya sang Maestro gitar ukir I Wayan Tuges menjadi nilai tambah untuk pengambilan shooting nya.
Lagu dragonfly ini bermakna tentang suatu kemunculan makhluk unik capung (dragonfly) yang terbang melayang di sekitar telinga gadis Bali, kemudian diberi makna oleh Prince Ade karang khusus tentang capung nya, karena mata capung dapat melihat arah depan dan belakang secara bersamaan serta ia terbang menggunakan sayap transparan.jadi filosofinya adalah tentang sosok yang bisa melihat masa depan dan lalu serta bekerja secara transparan. Namun di dalam lirik lagu yang berbahasa Inggris ini maknanya tersembunyi, lebih menonjolkan segi romantisme agar lebih mudah dinikmati segi puitisnya.
Mengenai musiknya sangat unik, di dalam komposisinya ada kesan balada,rock, etnis, orkestra dan musik modern berpadu menjadi satu sajian musik yang mengandung sinkretisme lintas budaya, betapa tidak karena jelas terdengar suara suling Bali, gamelan Bali, kendang bali guitar,bass,piano, electric drum, suara angin,gong China dll nya dan ide ini tak ada bedanya dengan ide karya bangunan Taman Ujung Soekasada yang nota bene adalah kakek dari Prince Ade karang, rupanya darah seni lintas budaya di dapat dari kakeknya yaitu Raja Karangasem.

Lagu dragonfly ini sebenarnya sudah digarap pada tahun 2020 bersama komponis muda Ary Palawara, namun video klip nya baru tahun ini dikerjakan dengan alasan mencari tempat yang tepat untuk shooting.
Selain pengambilan Video klip karena hari itu adalah Hari Minggu dimanfaatkan oleh Prince Ade Karang&istri bersama dengan Faradila Shandy dan keluarga berekreasi di sebuah taman yang luas dan indah sambil menikmati kolam yang terhampar luas mengelilingi Bangunan Taman Ujung Soekasada Karangasem yang artistik dan bersejarah. (ukie)













